Makin Parah, Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Batam

Batam, Posmetrobatam.co: Kabut asap kiriman makin hari makin parah menyelimuti Kota Batam, Senin (14/9) hari ini. Disinyalir asap tersebut dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera dan kalimantan. Kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat.

Sedangkan jarak pandang di beberapa kawasan perkotaan dan sekitar Bandara Internasional Hang Nadim dilaporkan menurun hingga kisaran 3 sampai 6-7 kilometer akibat penebalan kabut asap.

Meskipun jarak pandang berkurang, operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim dilaporkan masih terpantau normal.

Dengan kondisi tersebut warga Batam diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruangan. Batasi kegiatan di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan. Memakai masker jika harus beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari paparan partikel polusi.

BACA JUGA:  Taekwondo Kharisma Bangsa Borong 14 Medali di Singapura

Konsentrasi partikulat PM2.5 di Batam mencapai angka sekitar 82,9 hingga 88,7 µg/m³, yang dikategorikan sebagai tidak sehat bagi kesehatan. IQAir juga mencatat indeks AQI US sekitar 130 (tidak sehat bagi kelompok sensitif).

Potensi Hujan di Wilayah Kepri
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia berawan, berawan tebal, cerah berawan.

Prakirawan cuaca BMKG, Lintang, Senin (14/9) mengatakan, secara umum potensi berawan hingga berawan tebal dan cerah-berawan di Pulau Jawa dan Samarinda (Kalimantan Timur), serta wilayah Indonesia bagian timur.

“Untuk bagian barat Indonesia, waspada terdapat potensi hujan ringan di Medan (Sumatera Utara), Padang (Sumatera Barat), dan Tanjung Pinang (Kepulauan Riau),” katanya.

BACA JUGA:  Terbatas, Tempat Rehabilitasi Narkoba di BNN Batam hanya Muat 200 Orang

Kemudian, Lintang mengingatkan asap atau kabut berpotensi terjadi di Manokwari (Papua Barat).

Selain itu, lanjut dia, terdapat potensi udara kabur di sebagian besar Sumatera, Pontianak (Kalimantan Barat) dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan), serta potensi asap atau kabut di Palangka Raya (Kalimantan Tengah) dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara).

Lintang juga mengingatkan publik untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan itu dia menjelaskan, bibit Siklon Tropis 98W terpantau di daratan Kamboja dengan peluang rendah berkembang menjadi siklon tropis dan tidak berdampak signifikan terhadap wilayah Indonesia.

Sementara itu sirkulasi siklonik terbentuk di Samudera Pasifik timur Filipina dan meningkatkan potensi hujan di wilayah sekitarnya, namun tidak memberikan dampak signifikan pada kondisi cuaca di Indonesia.

BACA JUGA:  TP-PKK Batam Peringati Hari Ibu dengan Silaturahmi dan Aksi Sosial di Setokok dan Sijantung

Terdapat juga peningkatan kecepatan angin permukaan di perairan selatan Indonesia, Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Timur, Laut Sawu, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, hingga perairan Utara Papua.

“Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah sekitarnya,” kata Lintang.(ant/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *