Dari Timur untuk Batam, Agung Nahkodai PK NTT hingga 2031, Amsakar: Rajut Keberagaman Ditengah Heterogenitas

Batam, Posmetrobatam.co: Dari tanah timur Indonesia, semangat persaudaraan kembali diteguhkan di Kota Batam. Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hidup di tanah perantauan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Batam, sementara Mohammad Agung Teibang dipercaya menjadi Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam periode 2026–2031.

Pesan persatuan itu disampaikan Amsakar saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) VII PK NTT Kota Batam di Golden View Hotel Batam, Sabtu (12/9/2026).

Kehadiran Amsakar disambut tarian khas NTT. Denting budaya dari tanah timur tersebut seolah sebagai pertanda bahwa Batam tumbuh dari perjumpaan banyak suku, budaya, bahasa dan daerah asal yang kemudian dipersatukan dalam satu ruang bernama Indonesia.

Amsakar mengatakan Batam merupakan daerah multikultural dengan tingkat heterogenitas masyarakat yang sangat tinggi. Karena itu, keberagaman tidak boleh dipandang sebagai sekat, melainkan sebagai kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama.

“Saya katakan acara ini penting karena pertama yang harus kita pahami bahwa Batam ini adalah negeri yang multikultural. Batam adalah negeri yang tingkat heterogenitasnya sangat tinggi,” ujar Amsakar.

Menurutnya, keberadaan masyarakat NTT telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Batam. Karena itu, masyarakat asal NTT diharapkan tidak sekadar menjadi penonton pembangunan, tetapi ikut memberi warna melalui karya dan kontribusi nyata.

Ia berharap Mubes PK NTT tidak berhenti pada agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memperbesar peran masyarakat NTT dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Batam.

BACA JUGA:  Kata UAS Hukum Tonton Film Porno saat Puasa, Tak Batal, Asal Spermanya Tidak keluar

“Mudah-mudahan tidak hanya sekadar hadir, tapi dapat mewarnai perjalanan rentak sejarah Batam ini sekarang dan ke depan,” katanya.

Amsakar juga mengajak masyarakat NTT mengubah cara pandang terhadap keberadaan mereka di Batam. Menurutnya, tanah perantauan tidak semestinya membuat seseorang merasa menjadi orang luar.

“Jangan maknai kita sebagai warga NTT yang merantau ke Batam, tapi maknai sebagai warga Batam yang berasal dari NTT,” ungkapnya.

Mubes VII PK NTT Kota Batam mengusung tema “Bersatu dalam Musyawarah, Solid dalam Persaudaraan, Berkarya untuk Diaspora NTT yang Lebih Maju dan Bermartabat”.

Sebanyak 22 utusan Pengurus Kabupaten/Kota se-NTT yang berdiaspora di Kota Batam mengikuti forum tertinggi organisasi tersebut. Mubes juga dihadiri para tokoh adat, sesepuh, tokoh masyarakat, tamu undangan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Rangkaian musyawarah kemudian memasuki agenda pemilihan Ketua Umum. Dinamika persidangan berlangsung cukup alot hingga akhirnya Mohammad Agung Teibang memperoleh dukungan terbanyak.

Agung unggul tipis satu suara dari Edward Kamaleng dan ditetapkan sebagai Ketua Umum PK NTT Kota Batam periode 2026–2031.

Hasil tersebut menandai babak baru perjalanan organisasi masyarakat NTT di Kota Batam.

Dalam visi yang disampaikannya, Agung ingin menjadikan PK NTT sebagai rumah besar yang sejuk, solid dan bermartabat. Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat NTT, tetapi juga wadah untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan anggota dan memberi kontribusi bagi Batam maupun NTT.

BACA JUGA:  Ternyata Ubi Jalar Adalah Salah Satu Makanan Yang Dapat Menghilangkan Stres, Silahkan Dicoba

Lima misi yang dibawanya mencakup penguatan persatuan dan kebersamaan, komunikasi yang harmonis dan inklusif, peningkatan kesejahteraan anggota melalui bidang sosial, pendidikan, ekonomi dan kesehatan, pelestarian budaya dan adat NTT, serta membangun kemitraan dengan pemerintah, masyarakat dan organisasi lainnya.

“Perjuangan ini bukan tentang saya pribadi, melainkan tentang kita semua. Satu hati, satu keluarga, satu tujuan: NTT maju dan bermartabat,” kata Agung dalam pidatonya.

Ia menegaskan PK NTT harus menjadi rumah besar yang terbuka dan mampu merangkul seluruh masyarakat NTT di Batam tanpa membedakan latar belakang.

Ketua Umum PK NTT Kota Batam sebelumnya, Andi S. Mukhtar, mengatakan organisasi tersebut selama ini terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan Kota Batam.

PK NTT aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, olahraga, budaya dan silaturahmi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menjaga ikatan persaudaraan masyarakat NTT sekaligus memperkuat keberadaan mereka sebagai bagian dari masyarakat Batam.

“PK NTT hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, kegiatan keagamaan, kegiatan olahraga, kegiatan budaya, silaturahmi serta berbagai kegiatan bertujuan menjaga kebersamaan masyarakat NTT di Kota Batam,” kata Andi.

Menurutnya, masyarakat NTT di Batam tidak hanya ingin hidup baik di tanah perantauan, tetapi juga memberikan sesuatu yang baik bagi daerah yang telah menjadi tempat mereka hidup dan berkembang.

BACA JUGA:  Penumpang di Bandara Hangnadim Batam Ketahuan Simpan 1 Ons Sabu Dalam Perut, sudah 3 Kali Beraksi

“Kami hadir dengan suatu keyakinan bahwa masyarakat NTT di Kota Batam bukan hanya ingin hidup baik di tanah perantau, tetapi juga ingin memberikan sesuatu yang baik bagi Kota Batam,” ujarnya.

Kini, tongkat estafet organisasi berada di tangan Agung. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga soliditas diaspora NTT, merawat akar budaya dari tanah timur Indonesia, sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi Kota Batam.

Sebab, Batam adalah rumah bersama. Di kota yang dibangun dari perjumpaan berbagai penjuru Nusantara itu, keberagaman bukan sekadar kenyataan, melainkan kekuatan.

Dari NTT, persaudaraan dibawa ke tanah rantau. Dari Batam, semangat itu kembali dirajut menjadi bagian dari tenun besar Indonesia.(*/hbb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *