Batam, Posmetrobatam.co: Tercatat hingga Senin (7/9), terdapat 57 rencana penerbangan dengan total 7.947 penumpang. Yang terdiri penerbangan domestik dan internasional, di Bandara Internasional Hang Nadim. 2.462 penumpang terdampak abu vulkanik pada rute Jakarta (CGK).
Bandara pun menyiapkan sentra layanan customer service untuk melayani penumpang terdampak pembatalan penerbangan, akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dapat
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (PT BIB), Annang Setia Budhi mengatakan, layanan tersedia sejak bandara dibuka untuk memastikan penumpang mendapatkan informasi yang jelas.
“Kita siapkan customer service yang melayani refund maupun rescheduling sejak pagi. Jadi ketika penumpang mulai antre sudah tertata dengan baik. Penumpang tidak lagi bingung harus ke mana untuk melakukan refund atau menanyakan ke maskapai,” kata Annang, Senin (7/9).
Berdasarkan pembaruan kondisi hingga Senin pukul 11.30 WIB, terdapat 57 rencana penerbangan di Hang Nadim dengan total 7.947 penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas 53 penerbangan domestik dengan 7.451 penumpang dan empat penerbangan internasional dengan 496 penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 penerbangan dengan 2.462 penumpang terdampak abu vulkanik pada rute Jakarta (CGK).
Rinciannya terdiri atas sembilan penerbangan kedatangan dan 10 penerbangan keberangkatan yang dibatalkan. Pembatalan tersebut melibatkan Super Air Jet sebanyak enam penerbangan, Citilink Indonesia delapan penerbangan, Batik Air tiga penerbangan, serta Garuda Indonesia dua penerbangan.
Sementara itu, 38 penerbangan lainnya dengan sekitar 5.485 penumpang masih beroperasi. Penerbangan tersebut mencakup sejumlah rute domestik seperti Kuala Lumpur, Kualanamu, Pontianak, Padang, Palembang, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya.
Selain menata layanan refund dan rescheduling, PT BIB juga melakukan service recovery bagi penumpang yang masih mengurus tiket penerbangan.
“Dari kemarin kami sediakan air minum gratis bagi penumpang yang sedang mengurus refund dan reschedule. Kami harapkan dengan bantuan tersebut penumpang tetap nyaman meskipun sedang menghadapi perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya.
Annang mengatakan penerbangan dari dan menuju Jakarta masih menunggu perkembangan kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang diinformasikan masih ditutup hingga pukul 18.00 WIB.
Hang Nadim juga masih menunggu pembaruan hasil pemantauan kondisi abu vulkanik sebelum penerbangan rute Jakarta dapat kembali dioperasikan.
Ia menjelaskan abu vulkanik menjadi perhatian serius dalam keselamatan penerbangan karena dapat masuk ke mesin pesawat.
Berbeda dengan debu biasa, material vulkanik mengandung silika yang dapat bersifat abrasif dan menimbulkan risiko terhadap mesin pesawat.
“Abu vulkanik ini dapat masuk ke mesin pesawat dan dapat merusak. Pasir vulkanik ini berbeda dari debu biasa karena ada komponen silika. Ini yang ditakutkan,” kata Annang.(ant)













