Posmetrobatam.co–Jakarta: Sinemaku Pictures merilis trailer terbaru film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab. Mengusung genre horror-crime-action, trailer ini memperlihatkan perburuan empat jurnalis perempuan terhadap seorang predator anak yang justru membawa mereka pada ancaman jauh lebih mengerikan dari sekadar kejahatan manusia.
Trailer dibuka dengan perjalanan investigatif bergaya mockumentary, membuat penonton seolah ikut langsung dalam proses liputan keempat jurnalis tersebut. Namun semakin dalam perburuannya, terungkap bahwa yang mereka hadapi bukan hanya kejahatan manusia biasa.
Kasus kriminal itu menjadi pintu masuk menuju dunia yang lebih gelap. Apa yang awalnya tampak sebagai tindak kejahatan, perlahan mengarah pada praktik ritual demonologi. Seorang manusia bersekutu dengan iblis dan menjadikan anak-anak sebagai bagian dari tujuan brutalnya.
Film ini dibintangi Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem sebagai tim jurnalis investigasi. Mereka tak hanya menelusuri informasi, tetapi juga harus bertarung dan mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran.
Bersamaan dengan trailer, official poster juga dirilis. Poster menampilkan keempat jurnalis tengah menangkap sang predator yang diperankan Teuku Rifnu Wikana. Dalam poster, sosok Rifnu tampak terikat rantai dengan wajah penuh luka, sementara kalung berwarna hijau menyala di lehernya menjadi petunjuk persekutuannya dengan iblis.
Sebagai film yang mengangkat isu kejahatan terhadap anak, Sinemaku Pictures melakukan riset mendalam sejak tahap pengembangan cerita. Tim menggandeng Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi TPPO Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi.
“Angka kejahatan dan kekerasan terhadap anak di Indonesia sangat tinggi, dengan bentuk yang sangat memprihatinkan. Dalam proses riset, kami menemukan banyak kisah yang menyayat hati. Ada kejahatan yang dilakukan dengan cara yang bahkan sulit dipercaya, termasuk praktik demonologi yang melibatkan anak-anak. Bagi saya, kejahatan terhadap anak tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun,” ujar Umay Shahab dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/9/2026).
Laura Basuki yang memerankan Agnes, jurnalis pemimpin tim investigasi dengan indra keenam, berharap film ini menjadi pengingat.
“Kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga wake-up call bagi kita untuk terus memperjuangkan perlindungan anak-anak,” ujar Laura.
Bagi Taskya Namya yang berperan sebagai Brina, juru kamera dalam tim investigasi, film ini memberinya pemahaman baru tentang risiko profesi jurnalis.
“Aku amazed dengan pekerjaan mereka. Menjadi jurnalis itu tidak mudah, apalagi saat meliput kasus penuh risiko. Bukan cuma mikirin berita, tapi juga keselamatan diri. Aku sangat salut,” ungkap Taskya.
(Fri)













