Kunyit Merupakan Anti Inflamasi hingga Obat Kanker

ILUSTRASI Kunyit untuk obat pencernaan. (health.com)

Mungkin selama ini orang mengenal kunyit hanyalah sebagai bumbu dapur yang memberikan warna kuning pada masakan. Namun, tahukah bahwa ada fakta menarik di baliknya?

Dilansir JawaPos.com dari laman healthline.com, ternyata selain sebagai bumbu masakan kunyit pun bermanfaat untuk kesehatan. Tidak main-main, kunyit dapat dijadikan sebagai obat kanker.

Hal ini disebabkan dalam kunyit terkandung senyawa aktif yang bernama kurkumin. Kurkumin yang terkandung di dalam kunyit ini bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan otak.

Lebih rincinya, kurkumin dalam kunyit dapat digunakan sebagai anti inflamasi, antioksidan, sampai dengan pengobatan Alzheimer bahkan kanker sekalipun. Silakan simak ulasan di bawah ini tentang lima manfaat kunyit untuk kesehatan yang tidak banyak orang tahu.

  1. Anti Inflamasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inflamasi adalah suatu respon tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yang ditandai dengan panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh. Respon inflamasi ini biasa terjadi bila tubuh sedang mengalami masalah kesehatan (terjangkit suatu penyakit).

Kurkumin, menjadi salah satu senyawa aktif yang memiliki efek anti inflamasi yang kuat. Sebagai anti inflamasi, kurkumin bekerja dengan cara memblokir kerja sitokin dan enzim penyebab inflamasi dalam tubuh. Kemudian menurunkan kadar histamin dan meningkatkan produksi kortison alami di kelenjar adrenal.

  1. Antioksidan
BACA JUGA:  Ini Keunikan Orang-orang yang Lahir 29 Februari, Tahun Kabisat

Selain sebagai anti inflamasi, kurkumin dalam kunyit juga berkhasiat sebagai antioksidan yang kuat. Sebagai antioksidan kuat, kurkumin mampu menetralisir radikal bebas melalui struktur kimianya.

Radikal bebas merupakan molekul yang sangat reaktif dengan elektron tidak berpasangan dan cenderung bereaksi dengan zat organik penting, misalnya asam lemak, protein, atau DNA. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada hewan dan seluler, selain mampu memblokir aktivitas radikal bebas, kurkumin juga merangsang aktivitas antioksidan lainnya.

Dengan demikian, aktivitas penuaan hingga kerusakan oksidatif dalam tubuh akibat radikal bebas ini dapat teratasi.

  1. Menjaga Fungsi Otak

Fakta ketiga yang tidak banyak orang tahu, ternyata kunyit mampu menjaga fungsi otak. Hal ini terjadi karena kurkumin dalam kunyit mampu meningkatkan kadar BDNF (Brain-derived neurothropic factor) otak.

Dengan kadar BDNF yang terjaga, maka gangguan otak yang berkaitan dengan penurunan kadar BDNF, seperti depresi dan Alzheimer, lalu penurunan fungsi otak akibat bertambahnya usia dapat terhindari.

BACA JUGA:  1 ASN di Natuna Dipecat Permanen, 3 Diberhentikan Sementara

BDNF sendiri berperan dalam memori dan pembelajaran serta dapat ditemukan pada area otak yang bertanggung jawab untuk makan, minum, dan berat badan. Selain itu, BDNF juga berperan dalam pembentukan neuron maupun koneksi antar neuron pada otak.

  1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Berdasarkan penelitian, kurkumin yang merupakan senyawa aktif dalam kunyit mampu menjaga kesehatan jantung, antara lain meningkatkan fungsi endotelium pada lapisan pembuluh darah, lalu mengurangi peradangan serta oksidasi yang turut menjadi penyebab penyakit jantung.

  1. Obat Kanker

Tidak banyak yang tahu, ternyata kurkumin yang terkandung dalam kunyit bermanfaat sebagai obat kanker serta telah terbukti dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sel kanker.

Lebih lanjut, sebagai obat kanker, kurkumin berperan dalam kematian sel kanker. Selain itu, kurkumin juga mampu mengurangi aktivitas antiangiogenesis, yakni pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor), metastasis (penyebaran kanker), bahkan mencegah terjadinya kanker, terutama kanker pada sistem pencernaan.

BACA JUGA:  Kenali Penyebab Penyakit Batu Empedu, Berasal dari Turunan sampai Gaya Hidup

Perlu diketahui, untuk mendapatkan manfaat kurkumin seperti di atas diperlukan dosis lebih dari 1 gram/ hari. Jadi, akan sangat sulit mencapai dosis tersebut bila hanya dari masakan, oleh karenanya diperlukan suplemen tambahan.

Kemudian, kurkumin juga sulit diserap dalam aliran darah, sehingga diperlukan zat tambahan, yaitu piperin yang terkandung dalam lada hitam agar penyerapan kurkumin menjadi efektif. Lalu, kurkumin juga larut dalam lemak atau minyak, jadi lebih baik iringi konsumsi kurkumin dengan makanan tinggi lemak. (jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *