Fahri Lubis: Indonesia Harus Jadi Juru Damai, Kutuk Agresi AS-Israel ke Iran

65

Posmetrobatam.co: Ketua Panitia Pelaksana, Fahri Lubis, menyoroti eskalasi konflik yang memanas antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada Juli 2026. Setelah sempat tercapai kesepakatan sementara, pertempuran kembali pecah akibat insiden di Selat Hormuz dan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai harus menyikapi situasi ini dan mendukung Presiden RI menjadi juru damai atas agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Fahri menegaskan, Program Asta Cita Presiden RI dijalankan berdasarkan nilai-nilai konstitusi dan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan suku.

“Kita menyoroti serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Ini bukan perang mazhab antara Sunni dan Syiah, tapi persoalan membela kedaulatan sebuah negara, khususnya martabat umat Islam di Iran,” kata Fahri Lubis di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

BACA JUGA:  Goda PKB, PDIP Pastikan Cak Imin Tak akan Kecewa Jika Bergabung Usung Ganjar

“Kita menentang keras standar ganda internasional dan agresi militer Amerika dan Israel terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum perang dan Hak Asasi Manusia. Kami akan mendesak lembaga internasional seperti PBB dan OKI segera mengambil langkah tegas guna menghentikan perang, mengakhiri penderitaan warga sipil, dan menciptakan keadilan global bagi saudara-saudara kita di Iran,” imbuhnya.

Berbagai tokoh dan ormas Islam di Indonesia juga telah menyuarakan dukungan, mengecam agresi, serta menekankan pentingnya menjaga persatuan umat Islam, baik Sunni maupun Syiah, dalam menghadapi krisis.

Fahri menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran bertentangan dengan prinsip perdamaian Indonesia dan tidak rasional. Pemerintah Republik Indonesia juga konsisten menjalankan politik bebas aktif.

BACA JUGA:  Dalam Revisi UU HAM, Pemerintah Memasukkan Pasal Hak untuk Dilupakan

Sebagai bentuk dukungan, Panitia Pelaksana Acara Deklarasi dan Implementasi 8 Program Asta Cita Presiden RI bersama Forum Persaudaraan Masyarakat Iran – Indonesia akan menggelar acara pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno.

Acara tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 3.000 rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Agenda utamanya adalah mendeklarasikan kebulatan tekad terhadap 8 program Asta Cita Presiden RI, sekaligus Deklarasi menentang dan mengutuk keras agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Presiden RI Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto dijadwalkan hadir.

“Kita berempati terhadap Republik Islam Iran, khususnya kepada saudara-saudara kita umat Islam dan warga sipil di Iran,” tutup Fahri Lubis.
(Fri)

BACA JUGA:  Waspada Penipuan Berkedok Loker Petugas Haji 2025