Lingga, Posmetrobatam.co: ‘Boom’ (pelabuhan) Dabo barangkali menjadi salah satu diantara saksi, bukti penting sejarah yang masih dapat dilihat dan dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat Dabo Kabupaten Lingga.
‘Boom’ yang kerap disebut masyarakat kala itu diperkirakan dibangun oleh Belanda pada tahun 1887, dan merupakan pelabuhan tertua di Kabapaten Lingga.
Diketahui dulunya sangat terkenal di masa kejayaan penambangan timah di Pulau Singkep, dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di zaman itu, kini nasibnya kurang elok dipandang mata.
Tokoh masyarakat di zaman itu, banyak menyampaikan kalau ‘boom’ ini menjadi urat nadi perekonomian utama kala itu, tapi kini kondisinya sangat memprihatinkan, tetutama atap sudah rusak, meski sekarang ‘boom’ tetap dimanfaatkan untuk bongkar muat barang.
“Pelabuhan itu sekarang statusnya pelabuhan regional sejak tahun 2023, dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri serta satu satunya pelabuhan regional di Kabupaten Lingga,” kata tokoh masyarakat Lingga H. Muhammad Ishak, ketika menanggapi tentang ‘boom’ Dabo, Minggu (10/5).
Ia berharap, dengan statusnya sebagai pelabuhan regional berarti pelabuhan Dabo tersebut diharapkan dapat berfungsi maksimal. Tidak saja untuk pelayanan antar kabupaten se-Provinsi Kepri tetapi juga untuk provinsi terdekat (Jambi).
“Dengan telah diserahkannya Pelabuhan Sei Tenam ke Pemkab Lingga pada tahun 2025, kita berharap sekali Pemprov Kepri memberikan perhatian lebih kepada Pelabuhan Dabo, yang satu-satunya pelabuhan regional menjadi kewenangan Provinsi Kepri di Kabupaten Lingga,” pintanya mengusulkan ke Pemprov Kepri melalui media ini.
Ia mengaku sangat khawatir dengan kondisi atap awningnya yang bisa saja sewaktu waktu akan membahayakan masyarakat. Termasuk juga merehab dan memperbaiki di bagian tertentu pelabuhan untuk kemudahan bongkar muat barang.
“Memang sangat mengkhawatirkan sekali bila dilihat. Kita minta Pemprov Kepri melakukan rehab awning sekaligus memperbaiki bagian tertentu pelabuhan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diingini serta, dapat memberi kenyamanan buat masyarakat melakukan bongkar muat barang,” ucapnya.
“Pak gubernur kita, pak Ansar biasanya sangat cepat respon, kalau ada hal seperti ini. Kita doakan, semoga APBD Provinsi Kepri semakin membaik, supaya cepat dapat merealisasikannya, amin,” tutupnya.(mrs)









