ISTRI PAJANGAN Bagian 3 : Bagas Mencalonkan Diri Jadi Wakil Rakyat

82

Sejak ada agenda pemilihan umum, Bagas nyaris tak pernah di rumah. Sibuk dengan agenda pertemuan bareng tim sukses dan juga para pendukung serta simpatisan. Janji sama ini, janji sama itu.

Di tengah kesibukan suaminya itu, Rihana juga tak mau kalah. Dia mulai mencari kesibukan sendiri. Kumpul bareng teman-temannya.

“Hai gaes. Minggu ikutan senam sehat PLN, yuk. Hadiahnya dapat motor Mio,” Sofia membagikan info itu di grup Trio Macan (mama cantik), yang anggota grupnya cuma ada tiga. Rihana, Sofia, Nabila.

Rihana, orang pertama yang merespon info itu.
“Gasssss! Goyang asoi kita disana. Jangan lupa pakai baju yang super sexy. Hahahahahahha!”

“Go! Wajib ikut nih!” kata Nabila yang juga ikutan merespon

“Kalau salah seorang diantara dapat hadiah motor, motornya kita bagi 3 ya.” imbuh Nabila.

“Ih enak aja!” Rihana langsung protes.
“Ih pelit!” jawab Sofia.
“Hahahahha!” Rihana melepas tawa.
“Semoga aku yang dapat!” Rihana mendoakan diri sendiri.
“Semoga aku yang dapat juga!” gantian Sofia juga tak mau kalah.
“Pemenangnya adalah Nabila dari Perum Bunga Lili. Hahahaha!” Nabila juga tak ingin ketinggalan dengan kedua sahabatnya itu.


Pagi-pagi sekali, jam lima subuh, Rihana sudah bersiap. Begitu juga Nabila dan Sofia.

Ketiganya janji bertemu di lokasi pelaksanaan senam sehat bersama, di pelataran halaman depan kantor PLN.

Ketiganya bertemu, dan tak ketinggalan, selfi dulu sebelum ikutan senam.

Buat status!
“Trio Macan Lagi Beraksi di Acara Senam Sehat Bersama PLN”

Acara senam sehat bareng PLN itu pun 45 menit berlalu. Tiba giliran pencabutan nomor undian peserta senam sehat bersama PLN.

Hingga ratusan peserta yang memenangkan door prize, nama salah seorang Trio Macan (Rihana, Sofia dan Nabila) tak kunjung disebut-sebut panitia.

Ketiganya hampir patah semangat.
“Sepertinya kita pulang bawa sesuatu!” kata Rihana dengan nada lemah.
“Iya sesuatu angin sepoi-sepoi! Hahahahah!” Sofia mentertawakan sahabatnya itu.

BACA JUGA:  30 Idol K-Pop yang Paling Banyak Dicari di Google Pada Paruh Pertama 2024

“Kalau nggak dapat ya sudah.” celetuk Nabila.

“Tapi, sebelum hadiah motor itu jatuh ke tangan seseorang, kita masih punya harapan, woi!” kata Nabila lagi yang sedang pasang mode tetap semangat meski terik mentari mulai membakar wajahnya.

“Pasti aku nanti disebut yang terakhir, yang dapat motor?!” kata Rihana penuh dengan keyakinan.

“Aku woi. Lihat saja nanti!” celetuk Sofia yang bersemangat yakin jadi pemenangnya.

“Terakhir ini ya. Siap-siap peserta yang namanya dipanggil. Siap-siap maju ke depan, bawa pulang hadiah motornya!” seru sang pembawa acara.

“Kira-kira siapa ya?!”tanya sang pembawa acara buat penasaran.

Bersamaan dengan itu. Rihana. deg-degan.

“Hadiah utama motor. Pemenangnya adalahโ€ฆโ€ฆโ€ฆ!Jatuh pada peserta dengan nomor undian 3378!” teriak sang pembawa acara.

Seketika Rihana berteriak kegirangan.
Spontan dia pun berlari mendekat ke arah pembawa acara, dan menyodorkan kupon undian bertuliskan angka 3378.
“Wah yang dapat kakak-kakak cantik! Manis! Coba kita mau lihat apakah benar nomor undian nya 3378!” Goda sang pembawa acara.

Rihana begitu sumringah, saat pembawa acara membenarkan bahwa nomor undian Rihana memang sesuai dengan yang dia umumkan lima menit yang lalu.

“Ini motornya mau dipakai langsung atau dikasih ke saya?! Eh apa maksudnya ya. hahahahah!?” pria sang pembawa acara itu menggoda Riahan lagi, untuk yang kedua kalinya.

Rihana tak tahu harus bilang apa. Karena sorot matanya begitu bahagia saat mendapatkan hadiah motor itu.

“Kepada Bapak Kepala Cabang PLN Kota Harapan Jaya, Guntur Sakti, dimohon menyerahkan secara simbolis kunci motornya, kepada pemenang undian senam sehat bersama PLN.”

Guntur Sakti yang namanya dipanggil sang pembawa acara, langsung naik ke atas panggung, diikuti Rihana.

BACA JUGA:  Film Glenn Fredly The Movie Rilis Trailer dan Poster Resmi

Deg-degan Rihana menerima kunci motornya.
“Ya Allah, mimpi apa aku semalam, bisa dapat hadiah motor pagi ini,” gumam Rihana, dalam hati.

Setelah penyerahan kunci motor secara simbolis, Rihana dan sang pejabat Kepala PLN, Guntur Sakti, berfoto bersama, sebagai bahan dokumentasi panitia penyelenggara.

Setelah sesi foto bareng, Rihana pun turun dari atas panggung itu. Sedangkan Guntur, memberikan kata sambutan, selalu pejabat PLN.

Nabila dan Sofia langsung menghambur ke Rihana.
“Bagi tiga kan motornya.” celetuk Nabila.
“Enak aja!” kata Rihana langsung protes.
“Hahahahhaah..!” Nabila melepas tawa.
“Baliknya traktir ya. Kan dapat rejeki nomplok!” tagih Sofia to the point ke Rihana.

Rihana menunjukkan uang selembar Rp50 ribuan.
“Nih mau traktir pakai apa. Cuma bawa uang lima puluh ribu.” celetuk Rihana lagi masih dengan nada protes.
“Nggak mau tahu. Pokoknya traktir. Mie ayam, atau bakso, jadilah. Nggak masalah!” Sofia ngotot dan mendesak Rihana.

Usai memberikan kata sambutan, tiba-tiba Guntur Sakti, sang pejabat PLN itu, menghampiri Rihana, Nabila dan Sofia.

Menjabat tangan Rihana, Sofia dan Nabila.
Guntur Sakti, memberi ucapan selamat buat Rihana.
“Selamat ya Mbak. Semoga senang dapat hadiahnya,” Rihana hanya cengar-cengir. Bingung mau jawab apa.

Tapi, sepertinya Guntur Sakti memberikan ucapan selamat hanya sekedarnya. Dia pun berlalu meninggalkan ketiga perempuan itu.

Bersamaan dengan itu, ketiganya (Rihana, Nabila dan Sofia) kompak mengucapkan kata terimakasih kepada Guntur Sakti.
“Terimakasih Pak,” ucap mereka, serentak.
“Sama-sama, Mbak,” jawab Guntur Sakti sembari bergegas pergi.

Nabila, tanpa diminta, langsung menawarkan diri, kalau motornya Rihana, biar dia yang bawa. Masalahnya, Rihana pakai mobil. Jadi, jelas nggak mungkin motor hadiah itu dimasukkan bagasi mobil Jazz.

“Ya sudah. Nanti kita atur ya hasil penjualan motornya kita bagi tiga. Bantu aku cari pembeli motor ini. Kalau laku, bagi tiga.”Janji Rihana.

BACA JUGA:  Karina Aespa dan Lee Jae Wook Pacaran Cuma 5 MInggu, Ini Alasannya

Rihana, langsung memposting motor itu ke grub jual beli motor.

Entah atas pertimbangan apa, hati itu, ternyata ada peminatnya. Janjian ketemu sama calon pembeli di sebuah warung tempat makan siang, biasa Rihana dan kedua sahabatnya menghabiskan waktu ngobrol.

“Kita kesana ya sekarang,” kata Rihana penuh semangat.

“Seriusan orang itu mau beli?” Nabila meragukan calon pembeli motor hadiah itu.

“Curiga aku. Kenapa nggak ditawar ya sama pembelinya?” kata Nabila, dengan raut wajah khawatir.

“Yakin aja kita. Pasti pembelinya orang tajir melintir. Makanya dia beli motornya nggak pakai tawar-menawar lagi,” kata Rihana meyakinkan Nabila yang sedari tadi terlihat khawatir.
“Yang pasti, bantu aku ya bawa motornya ke warung tempat biasa kita nongkrong. Calon pembelinya menunggu disana. Aku bawa mobil. Kalau baliknya nanti, aku antar kamu!” pinta Rihana.

Sesuai petunjuk Rihana, Nabila pun mengekori mobil Rihana dari belakang.

Nabila sampai di warung duluan. Rihana dan Sofia datang kemudian.
Rihana pun mencoba menghubungi nomor ponsel sang calon pembeli motor hadiah itu.

Saat turun dari mobil, seorang pria muda, mencoba mendekati Rihana.
“Mbak Rihana ya?” sapa pria muda itu.
“Mas Harimurti ya?” tanya Rihana memastikan nama calon pembeli yang pernah dia hubungi di Facebook.
“Bener Mbak.”
Tanpa basa-basi, dia langsung menyodorkan uang dalam amplop coklat itu ke Rihana. Rihana melongo. Ia merasa seperti mimpi. Semudah ini rejeki menghampirinya.

Tak hanya Rihana yang dibuat melongo sama pria muda itu. Sofia, dan Nabila juga terlihat tak percaya dengan momen itu.

“Sisakan satu untuk aku, ya Allah. Pria seganteng ini.” Nabila membatin yang aneh-aneh. Maklum, status Nabila masih lajang.

Dia masih trauma menjalin hubungan dengan pria, setelah kekasih hatinya mengkhianatinya.(*)