OJK, BKKBN, dan BAZNAS Kepri Bersinergi Perkuat Ekonomi Keluarga Lewat Edukasi Keuangan dan Pemberdayaan UPPKA

18

Batam, Posmetrobatam.co: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Perwakilan BKKBN Kepri dan BAZNAS Kepri menggelar kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga bagi Lansia dan Pelaku Usaha (UPPKA) pada Rabu (6/5).

Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui peningkatan literasi keuangan sekaligus pemberian bantuan modal usaha produktif bagi masyarakat Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya, Sekretaris Perwakilan BKKBN Kepri Siti Jamilah, dan Ketua BAZNAS Kepri H. Arusman Yusuf.

Dalam sambutannya, Sinar Danandjaya memaparkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Ia menyebut indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 80,51 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat literasi 65,43 persen dan inklusi 75,02 persen.

BACA JUGA:  Ini Penjelasan Tiga Hukum Melakukan Suntik saat Sedang Berpuasa Ramadhan

Meski demikian, Sinar mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membuat masyarakat rentan terjebak dalam produk keuangan yang tidak dipahami, termasuk investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

“Gap ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak mudah terjebak pada produk keuangan yang merugikan,” ujarnya.

Sinar juga menekankan pentingnya perencanaan keuangan bagi keluarga maupun pelaku usaha mikro melalui pola pengelolaan keuangan 10-20-30-40. Ia menjelaskan, masyarakat sebaiknya menyisihkan 10 persen pendapatan untuk kebutuhan sosial atau zakat, 20 persen untuk tabungan dan dana darurat, maksimal 30 persen untuk angsuran produktif, serta 40 persen untuk kebutuhan konsumsi bulanan.

BACA JUGA:  High Level Meeting Tim TPAKD Provinsi Kepulauan Riau Perkuat Sinergi Akselerasi Akses Keuangan

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memiliki dana darurat dan perlindungan melalui asuransi sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam hal pembiayaan, masyarakat juga diminta berutang secara bijak dan hanya melalui lembaga jasa keuangan yang berizin serta diawasi OJK.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga, BAZNAS Kepri menyerahkan bantuan paket outlet usaha berupa gerobak dan perlengkapan memasak lengkap. Bantuan tersebut digunakan untuk mendukung pelatihan usaha fried chicken bagi kelompok UPPKA binaan BKKBN.

Sekretaris BKKBN Kepri, Siti Jamilah, menegaskan pihaknya akan melakukan monitoring secara berkelanjutan guna memastikan usaha yang dijalankan peserta dapat berkembang dan berkelanjutan. Sementara itu, OJK turut membagikan Buku Literasi Perencanaan Keuangan Keluarga sebagai panduan praktis dalam mengelola keuangan rumah tangga dan usaha.

BACA JUGA:  OJK Kepri Perkuat Literasi Keuangan Syariah Pekerja Kawasan Industri Terpadu Kabil

Menutup kegiatan tersebut, Sinar Danandjaya menegaskan bahwa sinergi antara OJK, BKKBN, dan BAZNAS menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem ekonomi keluarga yang mandiri, tangguh, dan melek finansial di Kepulauan Riau.

Menurutnya, keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi dan literasi keuangan yang baik akan lebih kuat menghadapi tantangan ekonomi sekaligus terhindar dari praktik keuangan ilegal yang merugikan masyarakat.(*/hbb)