Amsakar Buka Ruang Evaluasi, Ajak Warga Nilai Kinerja dan Kawal Pembangunan Batam

14

Batam, Posmetrobatam.co: Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memanfaatkan momentum silaturahmi bersama tokoh masyarakat, RT/RW, dan LPM sebagai ruang terbuka untuk mendengar langsung aspirasi warga.

Kegiatan yang berlangsung di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu (6/5) malam itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, anggota DPRD Kota Batam serta perwakilan dari sejumlah kecamatan seperti Bengkong, Lubuk Baja, Batam Kota, Nongsa, hingga Batu Ampar.

Dalam suasana hangat, Amsakar menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan ini menjadi sarana memperbaiki persepsi, meluruskan informasi, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah dinamika kota yang terus berkembang.

“Setelah satu tahun tiga bulan kita menjalani berbagai agenda formal, ini saat yang tepat untuk duduk bersama, menyambung komunikasi, dan berbagi apa yang sudah dikerjakan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, kebersamaan harus dijaga agar tidak tergerus oleh perbedaan yang dibesar-besarkan.

BACA JUGA:  Debat Cagub Kepri - Ansar Sindir Rudi: Harusnya Berpedoman kepada RZWP3K, Bukan PP 41

“Seribu kawan masih terlalu sedikit, tapi satu musuh terlalu mahal. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang membuat kita saling berjarak,” katanya.

Pada kesempatan itu, Amsakar turut memaparkan perkembangan Batam, khususnya terkait dukungan pemerintah pusat. Dalam kurun satu tahun, Batam memperoleh empat Peraturan Pemerintah (PP), yang dinilai sebagai peluang besar untuk mempercepat pembangunan.

Dua di antaranya, PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, memperkuat penyelenggaraan kawasan bebas dengan memberikan kewenangan lebih luas, termasuk ribuan jenis perizinan dan nonperizinan. Sementara PP Nomor 47 Tahun 2025 memperluas wilayah kerja BP Batam hingga mencakup 22 pulau di sekitarnya.

“Selama 27 tahun saya di birokrasi, baru kali ini dalam satu tahun ada empat PP khusus untuk Batam. Ini peluang yang harus dijawab dengan kerja serius,” jelasnya.

BACA JUGA:  PT Bank Sumut Resmikan Kantor Baru dan Halte, Perkuat Kolaborasi dengan Pemko Batam

Amsakar juga menegaskan bahwa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra diarahkan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Kepemimpinan kami bersama Li Claudia harus melahirkan lompatan-lompatan dalam pembangunan,” tegasnya.

Dari sisi kinerja, sejumlah indikator menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 6,69 persen menjadi 6,76 persen, angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, serta realisasi investasi melampaui target hingga Rp69,3 triliun atau 115,5 persen.

Pada triwulan I 2026, investasi juga melonjak signifikan dari Rp8,6 triliun menjadi Rp17,5 triliun atau tumbuh 103 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun demikian, Amsakar mengakui masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, seperti air bersih, banjir, dan pengelolaan sampah. Penanganan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pembangunan drainase terpadu serta perbaikan distribusi air di beberapa wilayah.

BACA JUGA:  Bentrok Berdarah di Rempang Eco City, Pekerja PT MEG Ditarik dari Lokasi?

“Tidak semua bisa selesai dalam satu tahun, tapi kami pastikan setiap persoalan ditangani satu per satu,” katanya.

Di hadapan para tokoh masyarakat, Amsakar juga secara terbuka meminta evaluasi dari warga atas kinerja pemerintah selama satu tahun tiga bulan terakhir.

“Silakan berikan catatan dan evaluasi kepada kami,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan yang masih dirasakan masyarakat, seraya menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki pelayanan publik.

Ke depan, Pemko Batam tetap fokus menuntaskan 15 program prioritas, termasuk rencana peningkatan plafon bantuan usaha mikro tanpa bunga dari Rp20 juta menjadi kisaran Rp50 hingga Rp100 juta, serta perluasan infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih.

Menutup sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membangun Batam yang kini berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan masukan masyarakat sangat kami butuhkan,” ujarnya.(*/hbb)