High Level Meeting Tim TPAKD Provinsi Kepulauan Riau Perkuat Sinergi Akselerasi Akses Keuangan

252

Batam, Posmetrobatam.co: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan High Level Meeting Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Wan Seri Beni Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Selasa (9/12/2025) kemarin.

Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah, OJK, Industri Jasa Keuangan dan stakeholders lainnya di Provinsi Kepulauan Riau dalam meningkatkan akses keuangan masyarakat di seluruh wilayah di Kepri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, Arif Fadillah, Kepala Daerah dari seluruh Kabupaten/Kota baik secara langsung seperti Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah Kabupaten Karimun, Abdullah, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekertariat Daerah Kota Batam, Heriman H.K, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah Kabupaten Lingga, Zainal Abidin, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah Kabupaten Bintan, M. Panca Azdigoena, dan hadir secara daring melalui zoom yakni Asisten Administrasi Umum Sekertariat Daerah Kabupaten Natuna, Benny Suparta, dan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Kepulauan Anambas, Yohanes Maria Vianey Sawu serta dihadiri juga oleh anggota TPAKD Provinsi Kepulauan Riau, Forum Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Kepulauan Riau, perwakilan dari Direktorat Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, pelaku Industri Jasa Keuangan di daerah Provinsi Kepulauan Riau, asosiasi pengusaha dan perwakilan dari akademisi.

BACA JUGA:  Gelar Apel Siaga, BU SPAM BP Batam Siap Atasi Permasalahan Air Selama Nataru

High level meeting tersebut turut membahas mengenai implementasi indikator Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) serta arah kebijakan Roadmap TPAKD Tahun 2026-2030. Perwakilan dari Direktorat Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, Yona Wulandari, memaparkan bahwa Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD) merupakan inisiatif strategis untuk menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi akses keuangan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri dan diselaraskan menjadi indikator utama pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Selain itu, forum ini juga menyoroti sejumlah tantangan percepatan akses keuangan daerah yang masih perlu diatasi, antara lain dibahas terkait rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat dan keterbatasan konektivitas jaringan internet untuk mendukung peningkatan akses keuangan di setiap Kabupaten/Kota di wilayah Kepulauan Riau. Kondisi ini mendorong perlunya strategi untuk meningkatkan kualitas edukasi keuangan.

Sejalan dengan upaya tersebut, forum ini turut membahas sektor-sektor prioritas untuk dikembangkan di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau. Saat ini terdapat empat sektor utama yang memiliki potensi dalam peningkatan perekonomian dan juga akses keuangan seperti sektor Perikanan, Pertanian dan Perkebunan, Pariwisata, serta UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Sinar Danandjaya juga menyampaikan perkembangan Industri Jasa Keuangan Provinsi Kepulauan Riau sampai dengan posisi September 2025.
Pertumbuhan total aset dan kredit yang diberikan di Provinsi Kepulauan Riau menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera Bagian Utara, dengan masing-masing sebesar 13,50 persen dan 20,68 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan tertinggi di Wilayah Sumatera Bagian Utara sebesar 14,20 persen.

BACA JUGA:  Iman Sutiawan Gerak Cepat Kunjungi Korban Longsor dan Ombak di Batam

Lebih lanjut, OJK menyampaikan bahwa tingkat risiko pembiayaan di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebagai yang terendah di wilayah Sumatera Bagian Utara. Hal ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) yang berada pada level 1,30 persen dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp5,916 miliar.

Kinerja lembaga pergadaian di Kepulauan Riau juga menunjukkan perkembangan yang solid. Pertumbuhan tercatat sebesar 34,16 persen, menjadikan Pergadaian di Provinsi Kepulauan Riau sebagai kedua tertinggi di Sumatera bagian Utara. Hal tersebut juga tercatat pada kinerja Perusahaan Modal Ventura (PMV) dimana Kepulauan Riau mengalami lonjakan pembiayaan yakni 350,85 persen dengan risiko yang rendah yakni Non Performing Finance (NPF) sebesar 1,02 persen.

Namun demikian, OJK menekankan bahwa terdapat tantangan yang harus menjadi fokus bersama bagi seluruh Industri Jasa Keuangan, khususnya pada sektor perasuransian. Kinerja Asuransi Jiwa, tercatat mengalami penurunan, dengan pertumbuhan year on year sebesar -8,26 persen. Meski begitu, sektor Asuransi Umum di Kepulauan Riau mencatatkan kinerja yang positif dengan pertumbuhan sebesar 13 persen dan menjadi satu-satunya wilayah di Sumatera bagian Utara yang mencatatkan pertumbuhan positif pada sektor ini.

Kinerja positif tersebut menunjukkan kapasitas yang kuat dari Industri Jasa Keuangan di Provinsi Kepulauan Riau dalam menyalurkan pembiayaan dan menyediakan layanan jasa keuangan. Hal ini merupakan modal penting dan landasan penguatan program-program TPAKD, khususnya dalam peningkatan pemanfaatan layanan keuangan formal dan pembiayaan produktif bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Usul Pendidikan Migas Sebagai Bentuk CSR, Upaya Tingkatkan SDM Anak Lokal

Sinar Danandjaya juga menyampaikan apresiasi atas capaian TPAKD Provinsi Kepulauan Riau menjadi salah satu nominator TPAKD terbaik di wilayah Pulau Sumatera bersama TPAKD Sumatera Selatan dan TPAKD Sumatera Utara.

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmen dalam mempercepat akses keuangan melalui beragam program unggulan.

Di antaranya program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang telah diimplementasikan oleh Provinsi Kepulauan Riau, Kota Batam, dan Kabupaten Bintan dengan skema subsidi bunga, dan pemberian dukungan perlindungan sosial bagi tenaga kerja melalui dana iuran BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam. Selain itu, program business matching serta kegiatan literasi keuangan, khususnya terkait waspada aktivitas keuangan illegal, terus digencarkan dan menjadi program prioritas TPAKD Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka pelindungan konsumen.

Dengan capaian prestasi dan konsistensi dalam menjalankan program-progam unggulan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi seluruh anggota TPAKD di wilayah Provinsi Kepulauan Riau untuk dapat mengidentifikasi dan mengembangkan program yang tepat sasaran dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui High Level Meeting, TPAKD Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmen melalui penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk dapat meningkatkan akses keuangan masyarakat lewat penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan serta mendorong kemandirian ekonomi seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri.(*/hbb)