Hidupkan Budaya Membaca Lewat World Book Day 2026

78

Batam, Posmetrobatam.co: Untuk memperkuat literasi membaca, Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepri menggelar peringatan World Book Day 2026 di Lantai 3 Kantor Perwakilan BI Kepri, Kamis (4/6)

Acara ini mengundang penulis inspiratif Sophie Navita dalam sesi bedah buku “Hati yang Gembira Adalah Obat”. Diskusi berlangsung interaktif dan menginspirasi peserta untuk terus membaca serta menulis sebagai bagian dari pengembangan diri.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, mengatakan peringatan Hari Buku Sedunia yang diprakarsai UNESCO sejak 1995 bertujuan menghargai karya penulis sekaligus memperkuat budaya membaca sebagai fondasi pembangunan pendidikan. Karena, lterasi menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Saat ini, tantangan kita adalah menurunnya minat baca, terutama di kalangan generasi muda yang semakin banyak menghabiskan waktu dengan gawai,” jelasnya.

BACA JUGA:  Anda Bisa Mencobanya Sendiri Akan Menemukan Manfaat Kopi Campur Lemon, Manfaatnya Bikin Kaget

Menurut Ardhienus, kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), seharusnya tidak menggeser kebiasaan membaca dan menulis. Kemampuan literasi tetap menjadi dasar untuk membangun pola pikir kritis, kreatif, dan adaptif.

Sebagai bentuk komitmen, BI Kepri telah menggelar berbagai program literasi, mulai dari lomba konten digital, lomba puisi, hingga podcast literasi yang melibatkan berbagai komunitas. Program tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya membaca secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Moh. Bisri, menilai rendahnya tingkat literasi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski akses terhadap buku dan perpustakaan semakin terbuka, minat membaca belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

BACA JUGA:  353 Vape Narkotika Asal Malaysia Diamankan Polda Kepri, Jaringan yang Sama pada 2025

“Kita harus melihat, di perpustakaan tersedia, buku juga banyak, tetapi minat membaca masih rendah. Ini menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah untuk membangun kembali kecintaan terhadap buku,” ucapnya.

Bisri mendorong masyarakat memulai budaya membaca dari lingkungan keluarga, seperti menyediakan pojok baca di rumah dan membiasakan anak berinteraksi dengan buku sejak usia dini.

Senada, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Batam, Herman Rozie, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat. Menurutnya, upaya membangun budaya baca tidak dapat dilakukan hanya oleh pegiat literasi atau pemerintah semata.

“Hari ini BI berkontribusi melalui dukungan anggaran untuk menghadirkan kegiatan bedah buku. Ke depan, perusahaan, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat juga perlu terlibat agar gerakan literasi semakin luas,” katanya.

BACA JUGA:  Laporkan Dewi Perssik ke Polisi, Unggahan di TikTok dan Instagram Ini yang Dipersoalkan Saipul Jamil

Herman menilai Kota Batam yang dikenal sebagai kota industri dan digital semestinya mampu menjadi contoh dalam pengembangan literasi, termasuk literasi digital. Namun, hal itu hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Melalui peringatan World Book Day 2026, para pemangku kepentingan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya membaca terus meningkat. Sebab, membaca bukan sekadar aktivitas, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

“Literasi adalah fondasi kemajuan bangsa. Dengan membaca, kita tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melindungi diri dari berbagai bentuk manipulasi informasi,” tutup Herman. (hbb)