Batam, posmetrobatam.co: Bea Cukai Batam resmi meluncurkan program New EPIC 100 dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diselenggarakan di Aula Lantai III Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kamis (29/10). Kegiatan ini menjadi wadah dialog bersama pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi standar pelayanan, menyampaikan pembaruan layanan kepabeanan, serta memperkuat kepatuhan perusahaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Forum tersebut melibatkan perusahaan peserta program EPIC, perwakilan asosiasi logistik, serta akademisi. Sebanyak 76 perusahaan tercantum sebagai peserta program, terdiri atas 56 perusahaan eksisting dan 20 perusahaan baru. Kegiatan juga diisi dengan pemaparan standar pelayanan, layanan pemotongan kuota PPFTZ-03 secara daring, peluncuran New EPIC 100, serta kampanye antikorupsi.
“Setelah dilakukan evaluasi, program Transformasi EPIC 100 menjadi New EPIC 100 diarahkan untuk mendukung kelancaran proses kepabeanan dan mendorong perusahaan menuju Mitra Utama Kepabeanan (MITA) dan Authorized Economic Operator (AEO),” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo.
Selain peluncuran program, Bea Cukai Batam memaparkan Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang memperoleh indeks kepuasan sebesar 4,70 dari skala 5. Pada aspek standar pelayanan, terdapat penggabungan dan simplifikasi serta penghapusan jenis layanan yang tidak lagi memiliki pengajuan permohonan.
Dari 66 standar pelayanan yang berlaku pada 2026, sebanyak 14 layanan atau sekitar 21 persen mengalami percepatan waktu penyelesaian. Percepatan tersebut antara lain perbaikan inward manifest dan outward manifest, pengembalian bea masuk dan cukai, pelayanan dokumen PPFTZ, serta penetapan kawasan pabean.
Dalam forum yang sama, Bea Cukai Batam juga memperkenalkan penyederhanaan proses pemotongan kuota PPFTZ-03 secara daring. Melalui mekanisme ini, pengguna jasa dapat melakukan pengisian data secara mandiri, tanpa perlu membawa dokumen asli untuk proses pencocokan secara manual. Pembaruan tersebut memungkinkan pemeriksaan data serta pemantauan status dan sisa kuota dilakukan secara lebih efisien.
Sebagai bagian dari penguatan integritas pelayanan, kegiatan turut diisi dengan kampanye antikorupsi yang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur. Forum dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menampung masukan peserta terkait pelaksanaan layanan dan kebutuhan dunia usaha.
Peluncuran New EPIC 100 ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Kantor Bea Cukai Batam, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara Forum Konsultasi Publik bersama perwakilan undangan. Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Batam mendorong penyelenggaraan pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan berintegritas, sekaligus memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha.(*)













