Posmetrobatam. co– Jakarta– KOPSINDO (Komunitas Penggerak Potensi Indonesia) merasa sangat prihatin atas ba yaknya keracunan yang dialami para siswa karena mengkonsumsi MBG, sehingga banyak sekolah yang mulai menolak, ada juga yang masih menerima MBG namun tidak dikonsumsi jadi makanan mubazir.
Begitupun dengan keberadaan pendirian KDMP( Koperasi Desa Merah Putih) . Beberapa koperasi didirikan di lahan yang tak sesuai. Kios UMKM tidak boleh dekat dengan lokasi koperasi. Jadi program kopdes tidak merangkul UMKM justru menggusur.
” MBG dan KDMP adalah Program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto sebenarnya untuk kesejahteraan masyarakat namun karena tidak diawasi dengan baik sehingga sarat dengan kelalaian dan korupsi,” Ujar
Ketua Umum KOPSINDO Drs. Rambun Sumardi, Ak., M.Si , Rabu (28/10/2026).
MBG dan KDMP menggunakan dana APBN ratusan trilyun yang memangkas dana pendidikan dan kesehatan yang justru lebih penting bagi masyarakat.
” Kami sangat mengharapkan agar Presiden RI Prabowo Subianto segera turun tangan membenahi kedua program unggulannya, agar tidak terjadi demo besar- besaran akibat kondisi ekonomi yang terus merosot,” ungkap Rambun.
KOPSINDO juga mengharapkan DPR bersuara atas carut marutnya program MBG dan KDMP.
” Dapur MBG yang menyajikan makanan tak layak konsumsi harus segera di beri sanksi agar menjadi jera. Kami sangat prihatin karena selama ini pemerintah seolah tutup mata dengan penderitaan anak- anak bangsa, ” Pungkasnya.
(Fri)
Tampilan:
Klik: 0













