Karimun Diselimuti Asap Tebal, Kualitas Udara Tidak Sehat – Dinkes Imbau Warga Wajib Masker

Posmetrobatam.co: Asap tebal masih menyelimuti Kabupaten Karimun kualitas udara dinyatakan berada pada level tidak sehat . Dinas Kesehatan Karimun pun telah mengeluarkan imbauan untuk penggunaan masker di luar ruangan sejak Rabu (14/10/2026) kemarin. Meski demikian kepatuhan untuk penggunaan masker masih minim.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, drg Soerjadi yang dikonfirmasi POSMETRO, Jumat (16/10) mengatakan imbauan penggunaan masker sudah disosialisasikan. Dimana melihat kondisi kabut asap dan kualitas udara di Kabupaten Karimun yang kian memprihatinkan.

“Imbauan sudah kita lakukan beberapa hari lalu. Dimana sesuai data dari BMKG yang menyatakan kualitas udara berada pada level tidak sehat. Untuk itu kita terus mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Soerjadi.

BACA JUGA:  Daftar ke KPU Bintan, Petahana Bupati Bintan: Maju dan Sejahtera

Ditegaskannya, kualitas udara yang tidak sehat saat ini, sangat rentan mengganggu kesehatan terutama pernapasan bagi anak-anak, lansia dan penderita gangguan pernapasan serta jantung.

“Mereka sangat rentan dengan kondisi saat ini. Untuk itu kita harapkan masyarat untuk peduli akan imbauan yang sudah kita sosialisasikan,” terangnya.

Sementara itu, Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Abdullah (RHA) yang dikonfirmasi membenarkan kondisi kualitas udara dalam keadaan sedang hinhga tidak sehat sejak 15 sampai 16 Oktober ini.

“Pada 15 Oktober kemarin, status kualitas udara pada level tidak sehat, kemudian pada 16 Oktober kondisi yang sama masih terjadi di Kecamatan Karimun, Meral Barat, dan Tebing yang rerata hariannya masih Tidak Sehat (70,2; 59,7; dan 59,7 µg/m³); sementara lainnya berkategori Sedang (42,1–46,1 µg/m³). Nilai tertinggi selama periode
prakiraan adalah 86,6 µg/m³ masih terjadi di Kecamatan Karimun pada 16 Oktober pukul 21.00 WIB,” tulis Forecaster On Duty Muhamad Sawal dalam rilisnya Jumat siang.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Bahas Skema Peningkatan Pendapatan dan Kampung Nelayan Modern di Kepri

Dalam rilisnya juga BMKG RHA Tanjungbalai Karimun menyatakan kecamatan yang perlu diperhatikan dalam kondisi saat ini diantaranya
Kecamatan Karimun diprakirakan memiliki nilai tertinggi pada setiap hari (rentata harian 68,2; 70,2; 36,3; 38,7; dan 47,9 µg/m³ pada 15–19 Oktober), disusul Kecamatan Meral Barat dan Tebing. Sementara Kecamatan Meral, Kundur Barat, dan Durai relatif lebih rendah.(ria)

Statistik artikel
Tampilan:
Klik: 0
BACA JUGA:  Terobosan Baru agar Jalan Mulus dan Nyaman, Masyarakat Bintan Bisa Laporkan Kerusakan Jalan Lewat 'Silubang'

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *