Posmetribatam.co, Karimun: Kabut asap hingga Kamis (8/10) ini masih menyelimuti Kabupaten Karimun. Jarak pandang pun diperkirakan semakin sempit. Meski masih dianggap aman, namun kewaspadaan tetap menjadi perhatian.
Dilansir dari situs BMKG, kualitas udara diketahui berdasarkan analisis model yang dilakukan, untuk wilayah Kabupaten Karimun nilai Konsentrasi Partikulat (PM2.5) berada pada nilai 59.0 µg/m³ yaitu dalam kategori tidak sehat, namun angka partikulat masih terdeteksi aman. Sementara jarak pandang berkisar di 4-5 Kilometer.
Dinas Pendidikan Masih Himbau Sekolah Kurangi Aktivitas Diluar Ruangan
Kondisi asap tebal yang masih menyelimuti Kabupaten Karimun, dinilai masih dalam keadaan aman untuk kesehatan, meski kualitas udara dalam status tidak sehat.
Hal ini yang membuat Dinas Pendidikan belum mengambil langkah sekolah untuk melakukan pembelajaran dari rumah.
Hal ini diutarakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Grandy Regel Tuerah yang dikonfirmasi POSMETRO, Kamis (8/10) siang. Ia juga mengatakan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pemantauan kualitas udara dengan bekordinasi intansi terkait.
“Kita terus melakukan pemantauan, berkordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BMKG RHA untuk memastikan kondisi kualitas udara. Dan dari hasil kordinasi kita, memang kondisi asap masih tebal, akan tetapi partikulat atau kandungan dari asap masih aman. Sehingga kita masih mengambil langkah belum melakukan aktivitas pembelajaran dari rumah,” ucap Grandy.
Namun pihaknya telah mengeluarkan himbauan kepada sekolah-sekolah untuk mengurangi aktifitas belajar di luar ruangan.
“Untuk mengurangi resiko, kita sudah mengeluarkan himbauan terkait kebijakan agar sekolah-sekolah mengurangi aktivitas belajar di ruangan, dan sudah berjalan dua bulan ini,” tegas Grandy.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Soerjadi yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan kondisi kesehatan terhadap kualitas udara masih dalam status aman.
“Sejauh ini masih aman, data di kita di sejumlah puskesmas dan pelayanan rumah kesehatan, angka penderita ISPA masih dalam batas wajar, belum terlihat peningkatan yang signifikan. Bukan tidak ada, namun ada, tetapi tidak begitu signifikan naiknya, ada yang justru turun dan ada yang naik. Masih dalam angka wajar,” terang Soerjadi.(ria)













