PLTGU Tanjung Uncang milik PT PLN Batam menjadi pembangkit beban dasar paling andal di Sistem Kelistrikan Batam-Bintan. Berlokasi di Tanjung Uncang, Kota Batam, pembangkit berkapasitas 120 MW ini tetap vital hingga 2026 karena menyuplai 15% kebutuhan listrik saat beban puncak 772 MW untuk menjaga stabilitas industri dan domestik, dengan mengoperasikan 2 turbin gas dan 1 turbin uap Siemens.
Pembangkit ini terdiri dari 2 unit Turbin Gas Siemens SGT-800 (2 x 40 MW) dan 1 unit Turbin Uap Siemens SST-400 (1 x 40 MW) dengan total produksi 120 hingga 125 MW.
Dikelola sepenuhnya oleh PLN Batam, pasokan gasnya berasal dari Pulau Pemping sebagai titik interkoneksi yang disalurkan melalui Pipa Gas Ruas II PLN Pemping-Batam ke fasilitas pembangkit.
Dibangun sejak 30 April 2013, pembangkit ini beroperasi siklus sederhana pada 15 November 2017 dan beroperasi penuh siklus gabungan sejak 12 Desember 2019.
Sebelumnya fasilitas ini berupa PLTG sebelum dikembangkan menjadi PLTGU. Keandalannya terjaga dengan capaian EAF 85,31 persen pada Semester I 2026 meski sedang dalam agenda perawatan besar.
Listrik yang dihasilkan disalurkan melalui Gardu Induk 150 kV Tanjung Uncang ke seluruh sistem interkoneksi Batam-Bintan. Keandalannya terbukti dari EAF tertinggi 98,78 persen pada 2024 dan EFOR hampir 0,00 persen pada 2025.
Atas kinerja tersebut, PLTGU Tanjung Uncang meraih penghargaan Kinerja Keandalan Terbaik Pembangkit Non-EBT se-Sumatera dan Kalimantan 2023-2025, PROPER Biru
KLHK RI 2021- 2024, serta 1 Platinum dan 3 Gold ENSIA 2025 untuk inovasi efisiensi energi, keanekaragaman hayati, dan pengurangan limbah B3. Pembangkit ini juga telah memenuhi kriteria SMK2 dari Kementerian ESDMmelalui pemeliharaan preventif dan major inspection rutin sesuai SOP Siemens.
Dengan capaian EAF, EFOR, dan HPHR terbaik se-Batam-Bintan, PLTGU Tanjung Uncang bukan hanya menjaga lampu tetap menyala, tapi juga masa depan energi bersih untuk Batam.(*)
(Radhita Viona Maharani, siswi SMK N 7 Batam, Kelas : XI.MP 3)









