Posmetrobatam.co: Forka Films merilis trailer dan poster resmi film Empat Musim Pertiwi, karya terbaru sutradara Gadis Kretek, Kamila Andini.
Melalui trailernya, film ini menampilkan skala produksi terbesar Forka Films dengan penjelajahan artistik eksploratif yang menawarkan pengalaman sinematik hanya bisa dirasakan di layar bioskop.
Film ini mengikuti perjalanan Pertiwi, diperankan Putri Marino, yang pulang ke tanah kelahirannya setelah puluhan tahun pergi. Di sana ia bertemu orang-orang dari masa lalunya, baik yang menghadirkan “musim baik” maupun “musim terburuk” dalam hidupnya.
Poster resmi menampilkan Pertiwi sebagai perempuan yang telah melalui berbagai fase kehidupan dan siap menghadapi segala peristiwa.
Berjudul internasional Four Seasons in Java, film ini akan menjalani world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 pada September. Ini menjadi kembalinya Kamila ke TIFF setelah film Yuni (2021) memenangkan Platform Prize.
Bersamaan dengan penayangan di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi juga akan tayang di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dalam program A Window On Asian Cinema.
“Kami senang film ini bisa tayang di bioskop Indonesia berdekatan dengan world premiere di Toronto dan bersamaan dengan Busan. Kami berharap penonton bisa merasakan perjalanan pulang Pertiwi lewat penjelajahan artistik terbaru Kamila,” ujar produser Ifa Isfansyah dalam konferensi pers di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).
Ifa menambahkan proses syuting pada 2025 dilakukan hampir sepenuhnya di Bromo. “Ini skala produksi terbesar kami. Logistiknya besar, belum lagi detail post-production yang membuat desain produksinya megah,” katanya.
Kamila menyebut film ini menjadi ruang pembelajaran baru baginya. Untuk pertama kalinya ia memasukkan unsur sci-fi. “Saya suka film sci-fi. Baru sekarang saya merasa perlu menggunakannya untuk menyampaikan perjalanan Pertiwi secara lebih universal,” ujar Kamila.
Ide film ini sudah ada sejak 2017. Putri Marino sejak awal diproyeksikan sebagai Pertiwi. Film ini sekaligus mempertemukan kembali tim Gadis Kretek: Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, dan Arya Saloka.
Selain Putri dan Arya, film ini dibintangi Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti. Dwika dan Hanna yang masing-masing memiliki vitiligo dan tuli juga dilibatkan sebagai bentuk representasi keberagaman.
Bagi Putri, peran Pertiwi berat dan menguras energi. Ia dibantu Kamila dengan membaca novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi. “Aku diminta jadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin. Buku itu membantu aku memahami apa yang dilalui Pertiwi,” kata Putri.
Empat Musim Pertiwi merupakan ko-produksi enam negara: Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga didukung Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, Navvaros, dan disponsori Oriflame.
Film ini resmi ditangani international sales agent asal Prancis, Goodfellas, yang sebelumnya menangani film-film pemenang Oscar dan Palme d’Or seperti Pan’s Labyrinth, The Artist, Shoplifters, dan Titane.
Empat Musim Pertiwi tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
(Fri)













