Posmetrobatam.co — Jakarta – PT Graha Usaha Teknik (GUT) menegaskan transisi energi di Indonesia bukan hanya soal peralihan dari energi konvensional ke energi bersih. Momentum ini juga menjadi peluang besar bagi perusahaan nasional dan sumber daya manusia Indonesia untuk naik kelas. (2/9/2026)
Hal tersebut disampaikan PT GUT dalam partisipasinya pada The 12th IndoEBTKE Conference & Exhibition (IndoEBTKE ConEx 2026), 2-4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan tema “Powering Indonesia’s Energy Transition Through Reliable Solutions and Sustainable Innovation”.
PT GUT menilai transisi energi membutuhkan lebih dari sekadar teknologi pembangkit EBT. Di belakangnya diperlukan ekosistem yang kuat: engineering, jaringan transmisi, gardu induk, sistem kelistrikan, konstruksi, commissioning, maintenance, investasi, serta tenaga profesional berstandar tinggi.
Pemerintah telah memberi arah jelas melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Aturan ini bertujuan meningkatkan investasi, mempercepat target bauran EBT, dan mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.
Arah kebijakan diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional hingga 2060. Di dalamnya, pengembangan EBT dan pencapaian Net Zero Emission menjadi bagian utama transformasi sektor energi nasional.
Pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034. Sekitar 76 persen di antaranya berasal dari Energi Baru Terbarukan dan sistem penyimpanan energi. Implementasi RUPTL ini diperkirakan menciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru, mulai dari perencanaan, konstruksi, manufaktur pendukung, hingga operasional.
Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional PT GUT, Kuswanto Rahayu, mengatakan percepatan EBT harus dibarengi kesiapan industri nasional mengeksekusi proyek secara nyata.
“Transisi energi bukan hanya soal sumber energi baru. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana energi itu dibangun, dihubungkan ke sistem kelistrikan, diuji, dioperasikan, dan dipelihara secara andal,” ujarnya.
“GUT ingin menjawab tantangan itu. Pengalaman kami di engineering, EPC, substation, transmission, sistem kelistrikan hingga commissioning harus terus berkembang mengikuti kebutuhan energi masa depan. Bagi kami, transisi energi adalah kesempatan perusahaan Indonesia naik kelas,” imbuhnya.
GUT memiliki kapabilitas Engineering, Procurement, Construction and Commissioning pada sistem LV, MV, dan HV. Cakupannya meliputi pekerjaan substation, transmission line, konstruksi, hingga commissioning sistem kelistrikan tegangan tinggi serta maintenance fasilitas pembangkit.
Direktur Teknis PT GUT, Abdul Hamid, menambahkan transisi energi skala besar membutuhkan ribuan engineer, technician, supervisor, dan commissioning engineer. Menurutnya, ini harus menjadi momentum peningkatan kualitas SDM Indonesia.
Direktur Marketing PT GUT, Agung Sutiastoro, melihat perubahan industri energi global sebagai peluang memperluas peran perusahaan nasional.
“Kami percaya kebutuhan berstandar internasional dapat dikerjakan anak negeri. Tantangannya adalah meningkatkan kompetensi, teknologi, kualitas, dan kepercayaan pasar agar perusahaan nasional berdiri sejajar dengan perusahaan internasional,” kata Agung.
Ia menekankan, masuk ke pasar internasional tidak bisa instan. Pengalaman bersama perusahaan multinasional, pemenuhan standar proyek internasional, disiplin quality dan safety, serta rekam jejak proyek menjadi fondasi membangun kepercayaan.
“Kami ingin suatu saat ketika pasar internasional butuh engineering, construction, atau commissioning, perusahaan dan tenaga ahli Indonesia jadi pilihan utama. Anak negeri harus percaya kita mampu,” paparnya.
Sementara Direktur Keuangan PT GUT, Ambarlin Widanarti, menyebut transformasi energi menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas.
“Transisi energi harus menghasilkan economic activity nyata. Investasi masuk, proyek bergerak, perusahaan nasional dapat kesempatan, vendor dan industri pendukung tumbuh, serta tenaga kerja terserap,” ungkapnya.
Ia menegaskan semakin sehat perputaran ekonomi, semakin kuat pula kemampuan perusahaan mendukung program pemerintah. Keterlibatan perusahaan nasional di sektor energi memiliki efek berantai yang luas.
Tentang PT Graha Usaha Teknik
PT Graha Usaha Teknik adalah perusahaan nasional yang menyediakan layanan Engineering, Procurement, Construction, Commissioning, dan Maintenance untuk sektor industri, infrastruktur, dan energi. Kompetensinya meliputi bidang Electrical, Instrumentation, Mechanical, dan Civil.
(Fri)













