MTQ Kepri Dongkrak Hunian Hotel di Tanjungpinang

71
Acara pembukaan MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang.

Tanjungpinang, Posmetrobatam.co: Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang membawa dampak bagi sektor perhotelan. Kehadiran kafilah, ofisial, panitia, dan tamu dari seluruh kabupaten/kota di Kepri membuat tingkat hunian sejumlah hotel meningkat selama pelaksanaan MTQ.

Salah satunya Hotel Melin di Jalan Pos, Kota Lama, Tanjungpinang, yang menjadi tempat menginap kafilah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Resepsionis Hotel Melin, Lina, mengatakan tingkat hunian hotel meningkat dibandingkan hari-hari biasa sejak MTQ berlangsung.

“Kalau tidak ada acara MTQ, biasanya memang tidak seramai ini. Sekarang dampaknya besar buat kami karena kamar lebih banyak terisi,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan Hotel Melin memiliki 60 kamar. Namun, hanya 45 kamar yang dipasarkan karena sebagian kamar sedang tidak digunakan. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen telah terisi selama pelaksanaan MTQ.

BACA JUGA:  Kuota JCH 2025 Kepri 1.291 Orang, Berikut Ini Jadwal Keberangkatannya...

Menurut Lina, tamu juga diuntungkan dengan letak hotel yang berada di pusat kota. Dari hotel, tamu dapat dengan mudah menuju restoran, kawasan Tugu Sirih, maupun Pelabuhan Sri Bintan Pura.

Ia berharap Tanjungpinang semakin sering menjadi tuan rumah kegiatan berskala provinsi maupun nasional karena berdampak langsung terhadap usaha perhotelan.

“Tidak hanya MTQ, kami berharap event-event tingkat provinsi lainnya juga digelar di Tanjungpinang. Kalau kegiatan seperti ini sering ada, hotel-hotel tentu ikut merasakan manfaatnya karena tamu yang datang semakin banyak,” pungkasnya.

Terpisah, Sales Marketing Hotel Alltrue, Alex Fatrisman, menuturkan pelaksanaan MTQ XII memberikan dampak positif terhadap tingkat hunian hotel. Bahkan, sebelum MTQ berlangsung, Hotel Alltrue juga menjadi lokasi simulasi dan pelatihan yang digelar Pemerintah Kota Tanjungpinang.

BACA JUGA:  Program Badai Emas Pegadaian 2025

Hotel Alltrue menjadi tempat menginap kafilah Kabupaten Bintan dengan 42 kamar terisi. Dari total 82 kamar yang dimiliki, seluruh kamar yang dipasarkan terisi selama pelaksanaan MTQ.

“Alhamdulillah kamar kami terisi penuh. Selain kafilah MTQ dari Kabupaten Bintan, kami juga menerima tamu dari Singapura dan Malaysia. Dalam satu kali kunjungan, tamu mancanegara itu bisa memesan sekitar 10 sampai 15 kamar,” ujarnya.

Ia menjelaskan dampak MTQ tidak hanya dirasakan dari sisi hunian kamar, tetapi juga penggunaan ruang pertemuan hotel yang dimanfaatkan untuk kegiatan simulasi sebelum MTQ berlangsung.

Alex berharap Tanjungpinang semakin sering menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala provinsi maupun nasional. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala besar perlu disesuaikan dengan kapasitas akomodasi yang tersedia agar kebutuhan hunian peserta dapat terpenuhi.
.
Ia menambahkan pengembangan atraksi wisata serta promosi pariwisata perlu terus dilakukan agar wisatawan memiliki alasan untuk memperpanjang masa tinggal di Tanjungpinang.

BACA JUGA:  Kelulusan Siswa Kepri Tembus 99,94 Persen, Ada 19 Siswa Tidak Lulus

“Tanjungpinang memiliki potensi wisata budaya, sejarah, religi, dan kuliner. Menurut saya, yang paling kuat untuk terus dikembangkan adalah wisata budaya dan sejarah.

Kalau potensi itu terus dipromosikan, tamu yang datang bukan hanya menginap karena menghadiri kegiatan, tetapi juga meluangkan waktu untuk menikmati destinasi yang ada,” tuturnya.(tc/*/dinaskominfotanjungpinang)