Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Poltekkes KemenkesTanjungpinang Ajak Warga Dendun Kelola Sampah Organik Menjadi Kompos

68
Foto bersama Tim Pengabdian dan warga Desan Dedun usai kegiatan pengolahan sampah organik.

Bintan, Posmetrobatam.co: Upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Veronika Amelia Simbolon, MKM dan TIM selaku dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang di Desa Dendun, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisirdalam Pengendalian Lingkungan Melalui Inovasi Pengelolaan Sampah Organik”, ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pemerintah desa.

Sekitar 40 orang anggota PKK Desa Dendun hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi pengisian kuesioner, edukasi mengenai pengelolaan sampah organik, serta simulasi pembuatan kompos padat dan kompos cair. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai teknik pengolahan sampah rumah tangga yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat pesisir dalam mengelola sampah organik menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:  Pelaku Pencurian hingga Laporan Palsu di Batam dan Karimun Diselesaikan dengan RJ

Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, masyarakat diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah dari sumbernya sebagai salah satu langkah nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan.

Kepala Desa Dendun, Eva Rina, S.H., yang turut hadir dan mendampingi jalannya kegiatan sejak awal hingga selesai, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Desa Dendun yang sebagian besar masih menghasilkan sampah organik dari aktivitas rumahtangga.

“Kami menyampaikan terimakasih kepada tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang yang telah memilih Desa Dendun sebagai lokasi kegiatan. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat langsung dipraktikkan oleh masyarakat. Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi lingkungan maupun kebutuhan rumahtangga,”ujar Eva Rina.

BACA JUGA:  Pamer Kulit Eksotis, Di-Bully Warganet dengan Sebutan Barbie Gosong, Begini Reaksi Lucinta Luna

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah organik. Selanjutnya tim pengabdian memberikan materi mengenai pentingnya pemilahan sampah, dampak negatif penumpukan sampah organik terhadap kesehatan dan lingkungan, serta berbagai metode sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi kompos.

Pada sesi simulasi, peserta diperlihatkan secara langsung tahapan pembuatan kompos padat dan kompos cair, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencampuran, penggunaan aktivator, hingga teknik fermentasi yang benar. Tim juga menjelaskan manfaat kompos sebagai pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Suasana kegiatan berlangsung hidup ketika peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan sendiri proses pengolahan sampah organik. Banyak peserta menyampaikan pengalaman mereka dalam mengelola sampah rumah tangga dan berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi penyampaian materi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan solusi.

BACA JUGA:  Jamaah Haji Diminta Tidak Bawa Batu Kerikil dari Tanah Air

Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumahtangga, dimulai dari pemilahan sampah di tingkat keluarga hingga pemanfaatan sampah organik menjadi kompos yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, praktik pengomposan juga menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Tim pengabdian berharap kegiatan ini menjadi awal terbangunnya budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Dendun. Sinergi antara perguruantinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut melalui pendampingan dan kegiatan edukasi yang berkesinambungan sehingga tercipta masyarakat pesisir yang semakin mandiri dalam menjagakualitas lingkungannya.(*)