Telkomsel Tanam 3.000 Mangrove di Pesisir Selatan, Perkuat Pelestarian Pesisir

58

Posmetrobatam.co: Telkomsel menanam 3.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (4/7/2026). Aksi ini menjadi bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Program ini mendukung upaya pengurangan emisi karbon sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir. Telkomsel menggandeng pemerintah nagari, masyarakat, komunitas lingkungan, KKI WARSI, LPHN, serta puluhan relawan dari karyawan Telkomsel dalam kegiatan tersebut.

Sebelum menanam mangrove, para peserta membersihkan pantai dari sampah yang berpotensi mencemari laut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lokakarya pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar diesel serta edukasi mengenai peran mangrove dalam mencegah abrasi, menyerap karbon, menjaga kualitas perairan, dan menjadi habitat berbagai biota laut.

BACA JUGA:  Telkomsel dan Pertamina Lubricants Gelar Kick-Off “Telkomsel x Enduro Goes to School” Perdana se-Sumatera di SMKN 5 Padang

Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sya’bani, mengatakan Telkomsel ingin menghadirkan ruang kolaborasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat berkontribusi langsung menjaga lingkungan.

“Melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan aksi nyata yang memberi dampak berkelanjutan bagi lingkungan,” ujarnya.

Selain penanaman mangrove, Telkomsel menjalankan tiga program utama dalam Telkomsel Jaga Bumi Movement, yakni Future Impact Challenge untuk mendorong inovasi generasi muda, Talkshow Series yang membahas isu lingkungan dan ekonomi sirkular, serta aksi penanaman pohon dan lokakarya di empat daerah, yaitu Bogor, Palu, Pesisir Selatan, dan Kulon Progo.

Telkomsel juga mengajak pelanggan berkontribusi melalui program Carbon Offset dengan menukarkan Telkomsel Poin menjadi penanaman pohon melalui aplikasi MyTelkomsel. Di bidang pengelolaan limbah, Telkomsel mendaur ulang kemasan kartu SIM dan kartu perdana bekas menjadi berbagai produk bermanfaat serta mengolah pakaian bekas karyawan menjadi barang bernilai guna.

BACA JUGA:  Manisnya Madu Harapan Ekonomi Syariah: Kisah Gudem Bee Farm di Bintan

Di lingkungan internal, perusahaan mendorong budaya ramah lingkungan melalui berbagai program, seperti Green Challenge, Smart Mobility Initiative, Energy Saving Movement, dan Carbon Calculator Activation.

Sejak 2022, Telkomsel telah melibatkan lebih dari 121 ribu pelanggan dalam program carbon offset. Hingga kini, lebih dari 39 ribu pohon telah ditanam di 13 kota dan kabupaten dengan luas kawasan konservasi mencapai 37 hektare serta mampu menyerap emisi karbon lebih dari 83 ton CO2e.

Melalui Telkomsel Jaga Bumi, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.(*/hbb)