China Rajai Electric Vehicle, Menko AHY Sebut Indonesia punya modal Bangun Industri Kendaraan Listrik Nasional

57

Jakarta, Posmetrobatam.co: Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China mendominasi pasar global. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan Indonesia tidak boleh takut untuk bersaing.

Saat konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik baru Grab di Jakarta, Senin (29/6), Menko AHY menyebut persaingan justru harus menjadi pemicu untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional dengan merek lokal dan kandungan dalam negeri yang semakin besar.

“Tiongkok bisa dikatakan merajai pasar EV dunia, banyak yang kemudian merasa berat menghadapi Tiongkok. Tapi juga jangan lupa namanya memulai, tentu diawali dengan ketidaksempurnaan, penuh trial and error kemudian pengembangan diikuti dengan riset-riset berikutnya. Ada negara-negara tetangga kita juga berani dan berhasil untuk mengembangkan industri kendaraan listriknya. Indonesia juga saya rasa punya kemampuan itu, punya kapasitas itu, tentu kita tidak boleh takut bersaing,” kata dia.

BACA JUGA:  XL Axiata Bangun Madrasah di Pelosok Buton, Sulawesi Tenggara

Menurut AHY, Indonesia memiliki modal untuk membangun industri kendaraan listrik nasional, mulai dari sumber daya alam hingga sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi otomotif.

Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) secara bertahap hingga mampu melahirkan kendaraan listrik yang sepenuhnya diproduksi di Indonesia.

“Justru kita jadikan itu pelecut kita bagaimana bisa menghadirkan brand lokal made in Indonesia. Dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak. Jadi katakanlah belum bisa 100 persen TKDN-nya harus semakin banyak dan mendominasi. Lama-kelamaan nanti benar-benar bisa 100 persen buatan Indonesia dan teknologinya kita juga tidak tertinggal. Karena kita punya putra-putri terbaik, engineers-engineers terbaik, dan kita bisa melakukan joint research dan joint production,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pendaftaran AHM Best Student 2026 Dibuka, Ajak Gen Z Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Indonesia

Ia mengatakan, kolaborasi dengan perusahaan maupun negara lain tetap diperlukan untuk mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri. Namun, kerja sama tersebut harus diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri nasional.

“Ini adalah bagian dari semangat membuka kerja sama dengan negara-negara atau korporasi-korporasi besar di dunia yang juga ingin mengembangkan industri EV di dalam negeri. Tetapi bapak presiden juga seringkali menekankan kita harus memiliki tekad yang kuat untuk menghadirkan industri otomotif nasional dan kita juga mulai dengan industri otomotif berbasis listrik,” katanya.

AHY menambahkan, pemerintah terus membangun ekosistem kendaraan listrik agar industri tersebut berkembang lebih cepat. Upaya itu dilakukan melalui penyusunan kebijakan yang mendukung investasi, pemberian insentif bagi industri, pengembangan industri baterai, hingga perluasan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

BACA JUGA:  Iphone 16 untuk yang Suka Selfie dan Video

“Yang dilakukan oleh pemerintah tentu adalah membangun ekosistem termasuk memastikan agar kebijakan-kebijakan yang dilahirkan itu juga terus berpihak untuk mendorong pengembangan industri dan pengembangan elektrifikasi kendaraan. Termasuk insentif pajak, insentif bagi industri dan para investor untuk mengembangkan misalnya baterai dan pengembangan mobil nasional termasuk motor-motor listrik dan lain sebagainya,” ujar AHY.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) agar penggunaan kendaraan listrik semakin nyaman, baik di Pulau Jawa maupun wilayah lain di Indonesia.(ant)