MSCI Pertahankan Indonesia di Kategori Emerging Market, OJK Klaim Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

64

Posmetrobatam.co: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif keputusan MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Markets pada MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis, Rabu (24/6).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan keputusan tersebut menunjukkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, stabilitas sektor jasa keuangan, serta reformasi yang terus dilakukan di pasar modal.

Menurut Friderica, MSCI juga mengakui berbagai langkah reformasi yang telah dijalankan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal nasional. Meski masih terdapat sejumlah catatan, OJK memastikan akan terus menindaklanjutinya bersama seluruh pemangku kepentingan.

Sebelumnya, MSCI melalui Global Market Accessibility Review 2026 menempatkan aksesibilitas pasar Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets kawasan Asia-Pasifik.

BACA JUGA:  OJK dan Bareskrim Polri Perkuat Kerjasama Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa reformasi pasar modal yang dijalankan OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO) sejak awal 2026 berada di jalur yang tepat.

Hasan menegaskan pengakuan MSCI menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendorong pertumbuhan pasar modal yang lebih transparan, berintegritas, dan berdaya saing global.

Hasan menambahkan, keputusan MSCI sejalan dengan hasil evaluasi FTSE Russell yang pada April 2026 juga mempertahankan Indonesia dalam kelompok Secondary Emerging Markets dan tidak memasukkannya ke daftar pemantauan (watch list).

Meski demikian, OJK menegaskan status Emerging Markets bukan tujuan akhir. Bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan, OJK akan terus mempercepat agenda reformasi untuk meningkatkan kredibilitas, integritas, dan daya tarik investasi di pasar modal Indonesia.

BACA JUGA:  Pendistribusian Hewan Kurban BSI Capai 15.272 Ekor di Idul Adha 1446 Hijriah

OJK optimistis pasar modal Indonesia tetap prospektif di tengah dinamika global. Keyakinan tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi yang kuat, jumlah investor yang terus bertambah, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja emiten yang tetap positif.

Atas capaian tersebut, OJK menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, DPR RI, pelaku industri, investor, dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung reformasi pasar modal Indonesia.(*/hbb)