Gubernur Ansar Dorong Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kepri

60
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memimpin Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (22/6).

82 Titik Survei Topografi Digesa Tuntas

Tanjungpinang, Posmetrobatam.co: Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad terus mendorong percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau. Dari 120 titik lokasi yang diusulkan, sebanyak 82 titik saat ini telah memasuki tahap survei topografi. Hal tersebut disampaikan Ansar saat memimpin Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Usulan Kampung Nelayan Merah Putih di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (22/6).

Ansar mengatakan, program Kampung Nelayan Merah Putih sangat penting bagi daerah pesisir dan kepulauan. Melalui program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut, kawasan pesisir dan kepulauan akan ditata secara lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“Dengan penataan yang baik, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat dan pertumbuhan ekonomi daerah juga akan semakin kuat. Kepri merupakan provinsi kepulauan yang memiliki banyak kawasan pesisir sehingga program ini sangat relevan bagi kita,” ujar Ansar.

BACA JUGA:  Pendaftar Haji Minimal Berusia 12 Tahun, Daftar Tunggu JCH di Tanjungpinang 23 Tahun

Karena itu, Ansar meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk segera menuntaskan berbagai persyaratan administrasi dan kelengkapan data yang diperlukan guna mendukung pelaksanaan survei topografi.

“Saya berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menggesa percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.

Ansar juga memastikan bahwa setelah penyelesaian survei topografi pada 82 titik lokasi serta 18 titik usulan tambahan prioritas rampung, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan mengajak seluruh bupati dan wali kota untuk bertemu langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan guna membahas percepatan realisasi pembangunan program tersebut.

“Saya mendorong bupati, wali kota, sekda kabupaten/kota, kepala desa, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau agar mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan yang diperlukan secara cermat sehingga proses survei topografi dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Ansar.

BACA JUGA:  Memangsa Warga, Pemkab Bintan Bentuk Satgas Penanganan Buaya Liar

Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kepri Luki Zaiman Prawira yang memimpin jalannya rapat bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Said Sudrajat menjelaskan bahwa dari 120 titik lokasi yang diusulkan Pemprov Kepri kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebanyak 82 titik telah masuk tahap survei topografi.

Selain itu, Pemprov Kepri melalui DKP Kepri juga mengusulkan tambahan 18 titik lokasi prioritas untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Hingga saat ini terdapat tiga Kampung Nelayan Merah Putih yang telah selesai dibangun di Kota Batam. Sementara satu lokasi lainnya di Kabupaten Natuna masih dalam proses pembangunan dan diperkirakan selesai pada Juli 2026,” jelas Luki.

BACA JUGA:  Ahli UGM: Perjanjian Nominee Yang Tidak Melibatkan Unsur Asing Tidak Dilarang Undang-Undang

Adapun 82 titik lokasi yang sedang menjalani survei topografi tersebar di sejumlah kabupaten/kota, yakni 17 titik di Kabupaten Natuna, 18 titik di Kabupaten Lingga, 10 titik di Kabupaten Bintan, 20 titik di Kabupaten Kepulauan Anambas, 9 titik di Kabupaten Karimun, 4 titik di Kota Tanjungpinang, dan 4 titik di Kota Batam. (va/*/pemprovkepri)