Batam, Posmetrobatam.co: Landmark Welcome To Batam (WTB) di Batamcentre diduga dialokasikan BP Batam kepada Cipta Group. Disinyalir bangunan yang ada tidak sesuai dengan peruntukan Penetapan Lokasi (PL) nya.
Media Centre Pemko Batam mempublish, pada tahun 2016, lahan tersebut dimohonkan izin mendirikan bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Batam yang saat itu dikepalai Gustian Riau belum mengeluarkan izin. Namun ia akan memberikan izin bila bangunan yang akan didirikan itu tidak lebih dari 2 lantai. Sehingga tidak menutupi tulisan raksasa yang menjadi objek wisata tersebut.
Gustian mengatakan, pada awalnya peruntukan lahan di Bukit Clara tersebut adalah pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Namun kemudian berubah PL-nya menjadi hotel.
“Tentu kalau hotel akan dibangun beberapa tingkat,” ujarnya.
Pantauan di lokasi pada Selasa (19/5), bangunan di lahan tersebut diduga tidak sesuai dengan peruntukan PL, untuk bangunan hotel. Tapi lahan seluas 3 hektare tersebut sudah dibangun ruko berlantai 5.
Posisi bangunan ruko itu berada di bagian luar, sehingga jelas terlihat dari jalan raya. Menurut Pakde salah seorang karyawan di proyek tersebut, izin PBG kabarnya sudah dikeluarkan instansi terkait untuk bangunan ruko berlantai 5.
“Iya, kabar izinnya untuk bangunan ruko lantai lima, kalau lantai 3 malah tidak boleh,” kata pria yang mengaku sudah mengerjakan pembangunan ruko tersebut hampir 3 tahunan.
Sementara itu, pihak Cipta Group, Rema saat dikonfirmasi wartawan ini, mengatakan, ia belum mengetahui apakah Cipta Group mempunyai proyek di area WTB Batamcentre. “Belum tahu pak, kami cek dulu,” katanya, Jumat (22/5).(waw)









