LAM Kepri Batam Usulkan Simpang ‘P’ di Bengkong Diberi Nama Junjung Budaya, Termasuk Frengki

Ketua LAM Kepri, Kota Batam, Datok Raja Muhamad Amin. Foto: ist

Batam, Posmetrobatam.co: Sejumlah bundaran dan simpang jalan di Batam diusulkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Kota Batam memakai nama dan kearifan lokal Melayu. Seperti simpang jalan di Bengkong yang penyebutannya jorok ‘simpang pant.k’.

“Kami LAM Kepri Kota Batam secara resmi menyurati Walikota Batam/Kepala BP Batam untuk mengusulkan nama-nama bundaran dan simpang jalan kepada bapak walikota dan BP Batam,” ujar Ketua LAM Kepri, Kota Batam, Datok Raja Muhamad Amin di depan masyarakat Tanjunguma, dalam acara Kenduri Melayu 2026, Jumat (15/5) malam.

Datok Amin mengatakan, usulan tersebut bertujuan untuk membumi melayukan nama-nama simpang dan bundaran jalan.

“Hal ini merupakan kewajiban kite untuk mengusulkan nama-nama simpang dan bundaran ini. Apapun nanti keputusan beliau kita harus terima,” paparnya.

BACA JUGA:  Amsakar Ajak Warga Hadiri Peringatan Nuzululqur’an, Hadirkan Ustaz Abdi Muhadir dan Alfin Habib

Ia menjelaskan, sekitar 6 nama simpang dan bundaran yang diusulkan. Termasuk dua simpang yang terkenal yakni simpang Frangki dekat Apartemen Pullux Habibie Batam Centre dan Bengkong.

“Orang bilang itu simpang Frengki. Dan selama hidup saye, saye tidak pernah jumpa dengan pak Frengki. Mudah-mudahan nanti atau luse nama simpang itu berubah,” harapnya.

Kemudian, simpang yang ada di Bengkong, yang lalu lintasnya terkenal semrawut, tidak ada yang mau mengalah, saling umpat, juga diusulkan diberi nama simpang Junjung Budaya. Nama jalan itu sangat baik yang diusulkan Ketua LAM Kecamatan Lubukbaja Datok Rohaizat.

“Saye ambik usulan beliau dari usulan yang banyak itu. Maknanya dalam. Dan Insya Allah simpang tersebut diberi nama simpang Junjung Budaye. Terima kasih adinda atas usulan itu,” ucapnya.

BACA JUGA:  Jawaban BRI Cabang Tanjungpinang: Potongan Saldo Nasabah, Karena Melakukan Transaksi di Mesin ATM Bank Lain

Diharapkan dengan diberinya nama Simpang Junjung Budaya, jalan tersebut dapat menjunjung budaya Melayu, budaya berlalu lintas yang baik.

“Maknanya dalam dan luas, budaye Melayu ade kat situ, budaye berlalu lintas yang baik, juga sesuai dengan nama itu,” tambahnya.(waw)

BACA JUGA:  Wisata Bahari Diminati Wisman saat Berkunjung ke Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *