Iko Uwais Lahirkan Regenerasi Aksi Lewat ‘Ikatan Darah’, Tayang 30 April 2026

79

Posmetrobatam.co: Uwais Pictures bersama produser eksekutif Iko Uwais dan sutradara Sidharta Tata menghadirkan kesegaran baru di perfilman Indonesia melalui film aksi Ikatan Darah. Film ini akan tayang mulai 30 April 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

Ikatan Darah menampilkan duel karakter utama perempuan yang diperankan Livi Ciananta sebagai Mega. Ia berhadapan dengan geng mafia paling mematikan di Jakarta demi menyelamatkan keluarganya.

Di setiap adegan aksinya, Sidharta Tata memberi keunikan dengan lapisan emosional yang berbeda. Ikatan Darah membawa angin segar dengan kualitas film aksi laga Indonesia yang setara film internasional. Film ini juga mengangkat isu sosial yang dekat dengan masyarakat, seperti judi online (judol) dan jeratan pinjaman online (pinjol).

Sajian action di Ikatan Darah tak memberi waktu penonton untuk bernapas. Film ini menjadi pengalaman sinematik yang menegangkan layaknya roller coaster ride.

Diproduseri Ryan Santoso, dengan produser eksekutif Iko Uwais bersama Yentonius Jerriel Ho dan Yocke Kaseger, film produksi Uwais Pictures ini turut didukung KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active. Ikatan Darah siap memberi pengalaman baru bagi penonton Indonesia lewat genre aksi berkualitas.

BACA JUGA:  Kiki Amalia Tak Tahan Ingin Melahirkan di Dalam Mobil, Terobos Jalur Busway hingga Diberhentikan Polisi

“Film Ikatan Darah membuktikan bahwa regenerasi action di Indonesia terjadi dan terus berkembang. Di film ini, pemeran utamanya perempuan. Padahal biasanya, bahkan di dunia sekalipun, film action didominasi karakter utama laki-laki. Ini menjadi komitmen Uwais Pictures yang terus mendorong lahirnya bakat-bakat baru di genre action,” kata Iko Uwais saat konferensi pers di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).

Tak hanya menyajikan aksi yang bikin tahan napas, sutradara Sidharta Tata juga menyuguhkan elemen drama yang emosional dan menyentuh. Film ini bicara tentang hubungan keluarga, persaudaraan, dan sikap rela berkorban. Ceritanya diangkat dari keseharian yang dekat dengan banyak orang: perjuangan kelas ekonomi bawah yang bertaruh demi mendapat hidup layak.

“Ikatan Darah menunjukkan bagaimana persaudaraan dan pertemanan menjadi harga mati yang saling terikat. Bagaimana kita merajut hubungan persaudaraan yang rela berkorban, rela melakukan apapun demi kelangsungan hidup saudaranya,” ujar Sidharta Tata.

“Secara action, saya menjanjikan pengalaman sinematik di bioskop yang juga roller coaster ride. Kami didukung tim yang sangat berpengalaman, bersama Uwais Team yang telah mengerjakan berbagai proyek laga internasional. Film ini akan menjadi hiburan yang begitu menegangkan hingga akhir,” tambah Sidharta.

BACA JUGA:  Ashanty Lulus Ujian Kualifikasi S3 dari UNAIR Surabaya

Ikatan Darah dibintangi Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ramadhan Ruswadi, Agra Piliang, Ismi Melinda, dan aktris senior Lydia Kandou. Livi dan Derby akan menghadapi para musuh dengan gaya bertarung yang berbeda-beda. Perbedaan gaya duel inilah yang membuat Ikatan Darah semakin menarik dan kaya dengan teknik action berkualitas.

“Butuh waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan adegan fighting. Selama tiga bulan itu, kami hampir setiap hari mengulang koreografi yang sudah diciptakan Uwais Team. Sehingga saat syuting pun minim cedera,” kata Livi Ciananta, pemeran Mega.

“Tentunya di film ini adegan fighting-ku sangat banyak. Setiap ada adegan fight, ada aku, dan setiap fight punya rasa yang berbeda-beda. Dalam perjalanan menyelamatkan kakaknya, Mega selalu bertemu penjahat dengan karakter membunuh yang bermacam-macam,” tambah Livi.

BACA JUGA:  Aming: Olahraga Harus Menyenangkan, Bukan Menyakitkan

Bagi Derby, ini pengalaman pertamanya membintangi film aksi. Derby sebenarnya memiliki latar belakang atlet dan berbagai bidang bela diri, termasuk muay thai hingga jiu jitsu. Namun di film ini, Derby justru harus beradegan aksi menggunakan instingnya.

“Sebenarnya latar belakang bela diriku sangat bermanfaat di Ikatan Darah, yang menjadi film action pertamaku. Karena filmnya sangat physical, aku harus sprint, jatuh, dan segala macam, yang sebagian besar aku lakukan sendiri tanpa stunt. Aku juga banyak belajar tentang koreografi fighting di film ini yang seperti dance, ada ritme, beat, serta chemistry,” kata Derby Romero, pemeran Bilal.

“Di film ini, aku fighting mengandalkan insting, dan dipaksa untuk terus berlari,” tambah Derby.

Ikatan Darah akan membawa penonton pada pengalaman sinematik dari sajian aksi laga kualitas internasional, dengan bumbu cerita drama dan sentuhan lokal yang sangat Indonesia. Film ini tentang pertaruhan hidup dan mati, sekaligus bicara soal permasalahan yang banyak dihadapi orang di Indonesia. (Fri)