Trotoar di Greenland Batam Beralih Fungsi Jadi Lahan Parkir, Publik Soroti Penataan Kota

50

Batam, posmetrobatam.co: Trotoar di kawasan Green Land, Batamcentre, Kota Batam, kembali menjadi sorotan publik setelah diduga beralih fungsi menjadi lahan parkir kendaraan. Kondisi ini dinilai mengganggu fungsi utama pedestrian sebagai ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

Warga Batam, Nando menyoroti penggunaan trotoar yang dibangun dengan anggaran besar dari pajak masyarakat tersebut. Alih fungsi ini terjadi di beberapa titik, termasuk kawasan Greenland, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, di mana kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memenuhi area pinggir jalan hingga menutupi jalur pejalan kaki.

“Jadinya masyarakat Batam tidak bisa menggunakan hak. Malah digunakan untuk lahan parkirnya di trotoar. Seharusnya, Dishub Batam bisa menertibkan parkir yang menyalahi aturan,” ucapnya tegas.

BACA JUGA:  Ayah Gantung Diri di Dapur Rumah Kontrakan Ditemukan Bocah SD, Kantongi Surat untuk Istri

Pemerintah Kota Batam, saat tengah gencar-gencarnya membangun infrastruktur pedestrian di sejumlah kawasan, terutama Batamcentre dan Nagoya. Program tersebut bertujuan mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan publik.

Namun, kondisi di lapangan dinilai belum sepenuhnya sesuai harapan. Sejumlah akademisi dan pengamat kebijakan publik menilai lemahnya pengawasan membuat fasilitas umum tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Anggota DPRD Batam, Suryanto, menegaskan bahwa trotoar tidak boleh digunakan sebagai area parkir karena dapat mengurangi hak pejalan kaki. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kawasan ruko lama yang memiliki keterbatasan lahan parkir, namun tetap menekankan pentingnya penataan yang tidak mengganggu fungsi pedestrian.

“Trotoar itu tidak boleh dipakai untuk parkir karena mengurangi hak pejalan kaki. Memang ada kondisi tertentu di lapangan, tapi tetap harus ditertibkan agar tidak mengganggu lalu lintas dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya, Jumat (24/4).

BACA JUGA:  Komitmen Perkuat Perekonomian Pesisir, Amsakar-Li Claudia Serahkan Bantuan Sarana Tangkap Nelayan

Sementara itu, warga lainnya Santi mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai trotoar yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki justru dipenuhi kendaraan, sehingga membahayakan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Seharusnya trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan parkir kendaraan. Kami jadi tidak nyaman dan khawatir saat melintas,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan penertiban serta pengawasan lebih ketat agar fungsi trotoar kembali sesuai peruntukannya sebagai fasilitas publik bagi pejalan kaki.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Leo Purtra saat dihubungi Posmetro melalui WhatsApp tidak ada jawaban. (hbb)