Batam, posmetrobatam.co: Pemerintah Kota Batam langsung mengalihkan mayoritas aparatur sipil negara (ASN) ke sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) guna menekan anggaran operasional.
Pada hari pertama penerapan, sekitar 10 ribu ASN bekerja dari rumah, sementara hanya 3 ribu lainnya tetap masuk kantor atau Work From Office (WFO).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan kebijakan ini mengacu pada surat edaran Wali Kota Batam. Ia menyebut, instansi dengan lebih dari 100 pegawai wajib menerapkan 80 persen WFH, sedangkan instansi dengan 50 hingga 100 pegawai menerapkan 70 persen WFH.
“Dari total 13 ribu ASN, lebih dari 10 ribu menjalankan WFH. Ini bukan WFH biasa, tapi WFH yang berdampak,” ujar Rudi.
Pemko Batam menargetkan efisiensi anggaran hingga Rp18,1 miliar dari kebijakan tersebut. Seluruh 45 perangkat daerah telah mengusulkan pemangkasan anggaran operasional. Diskominfo sendiri menyumbang penghematan sebesar Rp320 juta.
Upaya efisiensi terlihat dari pengurangan penggunaan listrik di kantor. Ruangan yang tidak terpakai dimatikan pendingin udaranya, sementara lorong-lorong dibiarkan tanpa penerangan untuk menekan konsumsi energi.
Untuk memastikan kedisiplinan ASN, Pemko Batam menerapkan sistem presensi digital berbasis aplikasi Simpeg yang terintegrasi dengan Google Maps. ASN wajib melakukan absensi tiga kali sehari, yakni pukul 07.30 WIB, 13.00 WIB, dan 16.00 WIB.
Sistem tersebut secara otomatis mendeteksi lokasi ASN berdasarkan alamat domisili yang terdaftar. Jika terjadi ketidaksesuaian lokasi saat absensi, sistem akan langsung mengetahuinya.
“Tidak perlu live location, cukup tiga kali presensi sehari untuk memastikan ASN benar-benar berada di rumah,” jelas Rudy.
Meski sebagian besar ASN bekerja dari rumah, pelayanan publik tetap berjalan. Setiap bidang telah membagi tugas secara jelas. Di Diskominfo, misalnya, Bidang PIPP memantau dan menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi Sempat-Sempat Lapor secara daring.
Koordinasi antarpegawai juga dilakukan melalui rapat virtual. Rudy memastikan seluruh pegawai yang menjalankan WFH tetap bekerja sesuai tugasnya.
Sementara itu, ASN yang WFO bertugas melayani masyarakat secara langsung di front office dan meneruskan layanan tersebut kepada rekan kerja yang WFH. Pola ini menjaga alur pelayanan tetap lancar.(hbb)









