Curhat Pilu Nakes Karimun: Pasien Gawat Digotong di Atas Kapal, Minta Ambulans Laut Gratis ke Presiden

63

Posmetrobatam.co: Sebuah akun media sosial mengunggah foto dan curhatannya saat membawa pasien dari salah satu pulau ke pulau Karimun besar yang menjadi pusat pemerintahan. Dalam curhatannya yang di unggah pada 8 April 2026 ini membuat terenyuh. Pasien yang dibawa terpaksa harus diletak di bagian atas kapal penumpang.

Kepanasan, beresiko bahaya. Namun apa daya, kondisi kapal yang kecil menjadi jawaban tersebut.

Dalam curhatan yang ditulis akun dengan nama Mona tersebut. Ia menuliskan “Siapa yang pernah ngalami seperti ini??? Bersama nakes.. percayalah. Ini yang terbaik kami lakukan. Diatas kapal penyebrangan antar pulau. Terkadang pihak kapal dan Syabandar tak mengizinkan kami diatas, demi keselamatan. Tapi kami nakes yang kasi pengertian. Karena ada kapal yang lumayan sempit jika tandu masuk. Kalau pasien yang sangat gawat. Susah tindakan medis.. please ambulan laut dong pak .. yang gratis..#curhatnakes.

BACA JUGA:  Doa Kebangsaan Mengiringi Peringatan Maulid Nabi, Amsakar Tekankan Pentingnya Spirit Persatuan dan Meneladani Rasulullah

Tak hanya itu ia pun menggunah sebuah video yang ditujukanya kepada Presiden RI terkait kondisi nakes di kepulauan yang ada di Kabupaten Karimun saat ini.

Kondisi ini terjadi akibat belum lengkapnya fasilitas medis di pulau yang ada di Kabupaten Karimun. Seperti di Pulau Kundur. Meski berdiri RSUD, namun tenaga medis masih sangat minim. Terutama tenaga dokter. Sehingga untuk pasien yang memerlukan penanganan khusus. Masyarakat harus membawa pasien ke RSUD Karimun.

Ambulance laut yang merupakan hibah dari PT Timah yang dulu dimiliki Pemerintah Kabupaten Karimun kini tak lagi beroperasi.

Saat ini para pejuang kesehatan di pulau pun harus berjuang keras jika harus membawa pasien ke RSUD Karimun. Sarana transportasi yang layak sangat menjadi impian mereka saat ini.

BACA JUGA:  PN Pekanbaru Tolak Gugatan Rida K Liamsi ke Riau Pos dan Jawa Pos Rp22 Miliar

Terkait hal ini, kepala Dinas Kesehatan Karimun, Drg Soerjadi yang dikonfirmasi, Rabu (23/4) belum memberikan keterangan resmi.(ria)