Pemkab Lingga Terus Didukung, Muhammad Ishak: Jangan Menyerah dengan Keadaan

237
H Muhammad Ishak. Foto: ist

Lingga, Posmetrobatam.co: Secara umum sudah tahu, membangun daerah itu selain melalui investasi APBD dan APBN juga harus melalui investasi swasta, kerjasama dengan pihak lain, CSR, desa-desa bekerjasama dengan perguruan tinggi atau lembaga pendidikan.

Dengan kondisi fiskal APBD Kabupaten Lingga yang belum baik, dan agar pembangunan berjalan, upaya menekan angka kemiskinan dan ikhtiar penyediaan lapangan kerja terus berjalan, maka Pemkab Lingga harus bekerja all out.

Ikhtiar itu misalnya bagaimana langkah jitu agar kegiatan kegiatan yang dibiayai APBD Provinsi Kepri dan APBN, termasuk CSR BUMN harus banyak loqusnya di Kabupaten Lingga.

Melihat kondisi Kabupaten Lingga sekarang ini, tokoh masyarakat Lingga H. Muhammad Ishak menyampaikan pemikirannya, bagaimana menarik investasi swasta untuk pemgembangan pariwisata di pulau-pulau kecil yang potensial untuk pariwisata seperti Pulau Berhala dan pulau-pulau yang berbatasan dengan Batam dan Bangka Belitung melalui kebijakan kemudahan berinvestasi, dimana sekarang ini baru sebagian potensi wisata Pulau Benan yang digarap swasta.

BACA JUGA:  Pemkab Bintan Gelar Rakor Evaluasi Kabupaten Layak Anak 2025

Setelah dievaluasi sambung mantan Kadis Kebudayaan ini, ada langkah-langkah yang harus dilakukan guna memecahkan masalah dan memberi dukungan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan menikmati objek wisata sejarah, budaya dan panorama Gunung Daik becabang 3 yang trendnya cukup baik akhir-akhir ini, atau mengupayakan segera legalitas tambang rakyat dan lain-lain.

“Kata-kata kunci dari semua itu adalah peka tehadap masalah, proaktif, koordinatif, komunikatif,  komitmen dan kerjasama. Kalau daerah daerah lain yang PAD-nya juga rendah tapi  pembangunannya tetap menggeliat, Lingga juga harus bisa,” pesannya, memberi pemikiran.

Dikatakan, barangkali Pemkab Lingga sudah dan mulai melakukan komunikasi dan lobi-lobi dengan berbagai pihak, tapi perlu juga proaktif menjalin komunikasi yang intens dengan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Lingga (FKPML).

“Di FKML banyak sekali melibatkan  tokoh tokoh asal Kabupaten Lingga yang sukses dan hebat hebat yang tinggal di perantauan. Ada akademisi, mantan birokrat, budayawan, ahli di beberapa bidang tertentu, usahawan, politikus, sukses di swasta dan lain lain, termasuk juga ada mantan pejuang pembentukan Kabupaten Lingga,” sebutnya.

BACA JUGA:  Gubernur Kepri Dorong Festival Kopi Merdeka Jadi Iven Wisata Tahunan

Lanju dia, barang kali ada yang punya link ke Provinsi, Kementerian,  Perguruan Tinggi dan bahkan ke para investor dalam dan luar negeri. Meskipun mereka senantiasa tetap peduli terhadap perkembangan di Kabupaten Lingga, tetapi Pemkab Lingga hendaknya harus lebih  proaktif.

Katanya lagi, kalau terkait dengan kondisi fiskal APBD Kabupaten Lingga saat ini, barangkali bagi saudara-saudara dan tokoh-tokoh Kabupaten Lingga yang berdomisili di perantauan tak dapat berbuat banyak, kecuali memberikan beberapa saran, masukan untuk membuat kebijakan.

“Tetapi mereka di luar sana, dapat  membantu membawa investasi untuk pemanfaatan potensi daerah, membantu kepala desa untuk berkerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, ikut memfasilitasi,” paparnya.

Putra-putri Kabupaten Lingga yang tinggal di perantauan daerah bahkan ada di luar negeri banyak sekali yang hebat-hebat dan sukses. Ataupun paling tidak berbagi pangalaman dan bertukar pikiran.

Ia menyebutkan, bukankah sejarah telah membuktikan sekaligus tak terbantahkan, bahwa keberhasilan mempejuangkan pembentukan Kabupaten Lingga beberapa tahun silam, satu di antaranya sangat ditentukan oleh faktor adanya kekompakan dan kerjasama yang baik, antara masyarakat eks kewedanaan Lingga yang tinggal di  kecamatan-kecamatan ( Lingga, Lingga Utara, Singkep, Singkep Barat  dan Senayang) dengan masyarakat eks kewedanaan Lingga yang tinggal di perantauan/luar daerah, seperti di Tanjungpinang, Batam, Pekanbaru dan Jakarta.

BACA JUGA:  Upacara Hari Pahlawan, Lanud Raden Sadjad Tanamkan Jiwa Kepahlawanan

Bagi tokoh-tokoh Lingga yang tinggal di perantauan/luar daerah sangat diyakini bahwa mereka juga ingin ikut berkontribusi untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Lingga.

“Sebaliknya mereka ikut merasa prihatin mendengar informasi tentang kondisi Kabupaten Lingga seperti permasalahan kemiskinan, investasi swasta yang masih minim dan banyaknya masyarakat Lingga terpaksa hijrah ke luar daerah. Kita support terus Pemkab Lingga, jangan sampai pasrah dengan keadaan APBD,” imbuhnya.(mrs)