Audiensi dengan Menteri Bappenas, Gubernur Ansar Dorong Percepatan Penataan Kawasan Pulau Penyengat

29
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melakukan audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (10/6/2026).

Jakarta, Posmetrobatam.co: Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melakukan audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (10/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut membahas berbagai program strategis pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya percepatan penataan dan pengembangan Kawasan Cagar Budaya Pulau Penyengat.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Ansar di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Herry Arianto, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Said Nursyahdu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Rody Yantori, Kepala Dinas Perhubungan Junaidi, Kepala Bappeda Kepri Aries Fhariandi, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Dody Sepka Noviandy, serta Kepala Deputi Cipta Karya Sayed Wahidin Sudirohusodo.

BACA JUGA:  Dua Lutut Begal Raja Tega Lintas Provinsi Ditembak di Batam

Mengawali pertemuan, Ansar menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Menteri Bappenas beserta jajaran.

Ia kemudian memaparkan berbagai program pembangunan yang telah dirancang dalam Masterplan Kawasan Cagar Budaya Pulau Penyengat, baik program fisik maupun nonfisik.

Untuk program fisik, Pemprov Kepri mengusulkan sejumlah pembangunan dan penataan, antara lain perbaikan pelantar Pulau Penyengat dan Pelantar Kuning, penataan sarana kesehatan, pendidikan, peribadatan, dan kawasan komersial, pembangunan jalan lingkar timur, penyediaan toilet umum, pelabuhan khusus kargo, kantung parkir dan charging station, peningkatan kapasitas SWRO, pembangunan drainase dan IPAL komunal, pengelolaan persampahan, penyediaan peralatan pemadam kebakaran, pembangunan talud dan breakwater, Monumen Bahasa Nasional, area camping ground, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

BACA JUGA:  OJK Kepri dan Polda Kepri Perkuat Sinergi Berantas Kejahatan Keuangan Digital

Sementara itu, program nonfisik yang dirancang meliputi pembentukan badan pengelola kawasan, pembentukan komunitas pariwisata, pengembangan pelaku kerajinan, peningkatan kapasitas pemandu wisata dan pelaku transportasi bentor, penguatan community based development, serta kajian terhadap objek-objek cagar budaya di Pulau Penyengat.

Selain memaparkan rencana penataan Pulau Penyengat, Ansar juga meminta dukungan dan perhatian pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor di Provinsi Kepulauan Riau.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyambut baik usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung percepatan pembangunan dan penataan Kawasan Pulau Penyengat sebagai salah satu kawasan bersejarah dan strategis nasional.

Rachmat juga meminta para perencana di lingkungan Bappenas segera melakukan kajian dan perumusan terhadap berbagai persoalan mendasar yang dihadapi Provinsi Kepulauan Riau, sehingga dukungan program dari pemerintah pusat dapat diberikan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Minat Peserta Didik SMK Meningkat 30 Persen di Kepri

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan pemerintah pusat dalam mewujudkan percepatan pembangunan daerah serta pelestarian kawasan bersejarah Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang memiliki nilai penting bagi Indonesia. (iw/*/pemprovkepri)