324 Guru di Batam Mendapat Pelatihan, untuk Meningkatkan Memperkuat Kapasitas

101

Batam, posmetrobatam.co: Pemerintah Kota Batam memperkuat kapasitas guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan.

Kegiatan yang melibatkan 324 guru SMP ini digelar di Batam untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.

Pelatihan berlangsung di Golden View Hotel, Senin (20/4/2026), dan dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah.

Firmansyah menyatakan Pemko Batam menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing.

Menurutnya, pendidikan dasar memegang peran penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi penerus bangsa. Masa depan anak-anak sangat bergantung pada dedikasi para pendidik, mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP.

BACA JUGA:  871 Kasus DBD di Batam Selama 2024, Meninggal 14 Orang

“Profesi guru merupakan salah satu yang paling mulia karena berperan dalam membentuk peradaban, mewariskan ilmu, dan menanamkan akhlak mulia kepada generasi muda,” kata Firmansyah.

Ia menegaskan guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan serta pembentuk karakter siswa.

Firmansyah juga meminta para peserta mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan ilmu yang diberikan narasumber.

“Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan ilmu dari narasumber untuk membantu Dinas Pendidikan mengatasi berbagai persoalan di sekolah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan pelatihan berlangsung selama tiga hari, 20–22 April 2026.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru sekaligus mutu pendidikan SMP melalui penguatan kelembagaan dan manajemen sekolah.

BACA JUGA:  Toast Box Ekspansi ke Batam, Hadirkan Cita Rasa Kopitiam Singapura

Pelatihan juga membekali guru dengan kemampuan mendampingi anak berkebutuhan khusus (inklusi).

“Asesmen formatif dan sumatif penting untuk memantau perkembangan siswa secara menyeluruh. Guru SMP juga harus memiliki kompetensi memberikan layanan pendidikan bagi anak inklusif,” jelas Hendri.

Sebanyak 324 guru SMP negeri dan swasta se-Kota Batam mengikuti kegiatan ini. Panitia membagi pelatihan dalam tiga sesi, yakni pemanfaatan asesmen formatif dan sumatif, peningkatan kapasitas guru dalam mendampingi siswa inklusif, serta strategi manajemen untuk meningkatkan mutu sekolah.(hbb)