Batam, posmetrobatam.co: Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus dijalankan secara anturan, dan konsisten bagi seluruh perusahan di Kepri.
Ketegasan ini ia sampaikan usai
memimpin Upacara Peringatan Bulan K3 yang dilaksanakan di Kawasan Industri Batamindo, Muka Kuning, Kota Batam, Kamis (5/1)
“K3 ini tidak hanya menyangkut keselamatan tenaga kerja. Ini menyangkut nyawa pekerja. Tetapi juga menjadi tolak ukur kualitas industri Kepri di tingkat nasional dan internasional,” kata Ansar.
Ansar meminta manajemen perusahaan tidak ragu bersikap tegas terhadap karyawan yang melanggar aturan K3. Ia menilai ketegasan merupakan kunci untuk membangun budaya keselamatan kerja yang kuat dan berkelanjutan.
“Perusahaan harus memberikan sanksi tegas kepada karyawan yang tidak menaati aturan K3. Jika sudah diperingatkan namun tetap mengabaikan, maka harus diambil langkah tegas, bahkan sampai dikeluarkan,” ucapnya tegas.
Gubernur Ansar juga memastikan Pemerintah Provinsi Kepri siap memberikan pendampingan hukum kepada perusahaan apabila menghadapi gugatan dari karyawan terkait penegakan disiplin K3.
Sebaliknya, bagi perusahaan yang lalai dalam menerapkan K3, Ansar menegaskan Pemprov Kepri melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tidak akan segan menjatuhkan sanksi.
“Tindakan tegas akan diambil. Saya sudah perintahkan Disnaker Kepri, jika masih ada perusahaan yang abai terhadap K3, terlebih sampai terjadi kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa, maka akan diberikan teguran keras hingga sanksi penutupan sementara,” katanya lagi.
Selain itu, Ansar juga mnyorotiinsiden kecelakaan kerja seperti yang pernah terjadi di PT ASL tidak boleh terulang kembali. “Ke depan, tidak boleh ada lagi kecelakaan kerja di Kepri,” ujar Ansar.
Di lokasi yang sama, General Manager Batamindo, Mook Sooi Wah, menyatakan dukungan penuh terhadap program K3 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kepri. Ia memastikan seluruh perusahaan di Kawasan Batamindo telah menjadikan K3 sebagai standar utama operasional.
“Kalau, saat ini sekitar 90 persen perusahaan di Kawasan Batamindo telah mencapai zero incident. Penerapan K3 merupakan kewajiban sekaligus indikator penting bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Batam,” sebutnya.
Mook Sooi Wah menambahkan, pihak pengelola menargetkan pada tahun 2026 seluruh perusahaan di Kawasan Batamindo dapat mencapai zero accident secara menyeluruh.(hbb)









