Kapal Mutiara Garlib Samudera Kecelakaan, KSOP Batam Kendalikan Pencemaran Laut di Perairan Dangas

204

Batam, Posmetrobatam.co: Kecelakaan kapal mengakibatkan keluarnya muatan dan tumpahan bahan pencemar di perairan Pantai Dangas, Batam. Pengendalian pencemaran laut dilakukan dengan pemasangan oil boom.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, M Takwim Masuku, Selasa (3/2), menyampaikan pemasangan oil boom menjadi langkah utama dalam penanganan awal usai kecelakaan Kapal LCT (Landing Craft Tank) Mutiara Garlib Samudera pada Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, oil boom digelar mengelilingi kapal dan area terdampak, lalu terus disesuaikan dengan arah arus dan kondisi cuaca.

“Fokus awal kami adalah membatasi sebaran pencemaran agar tidak meluas. Setelah itu dilakukan penanganan lanjutan terhadap muatan dan kondisi kapal,” ujar Takwim.

BACA JUGA:  Menteri Investasi RI Dukung Percepatan Relokasi Masyarakat Rempang

Menurut Takwim, langkah cepat ini dilakukan untuk membatasi sebaran bahan pencemar sekaligus menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.

“Kapal jenis LCT itu membawa sekitar 250 jumbo bag, dengan perkiraan sekitar 100 jumbo bag terbawa arus. Selain itu, terdapat oily water di enam tangki ballast dengan total sekitar 70 ton, sementara kondisi manhole kapal tidak kedap air sehingga memicu potensi pencemaran,” kata dia.

Penanganan tersebut dilanjutkan pada Sabtu (31/1), kata Takwim, dimana muatan dalam tangki kapal dan yang jatuh ke laut dipindahkan ke kapal penampung.

“Muatan berupa oily water pada tangki ballast dihisap menggunakan pompa dan dipindahkan ke kapal penampung TK HC 160 dengan bantuan TB Elang Tirta V. Muatan yang sempat jatuh ke laut juga diangkat ke atas kapal,” katanya.

BACA JUGA:  Napi dan Petugas Rutan Batam Kompak Senam Bersama dan Makan Bubur

Untuk memperkuat pengendalian pencemaran tersebut, ia mengatakan, Pertamina Batam turut mendukung penambahan gelaran oil boom.

Sementara itu Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban menyiagakan oil boom sepanjang sekitar 120 meter di atas KN Kalimasadha untuk antisipasi penanganan lanjutan bila diperlukan.

“Setelah proses penghisapan itu, Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera dilaporkan sudah mengapung stabil dan tidak lagi dalam posisi miring,” katanya.

Dalam operasi penanggulangan ini KSOP Batam mengerahkan sejumlah unsur kapal, antara lain KN Kalimasadha, KN Sarotama, KN Rantos, serta kapal patroli milik KSOP Khusus Batam.

“KSOP Batam memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi perairan benar-benar aman dan terkendali,” tambahnya.

BACA JUGA:  TNI AL Kukuhkan Komandan dan Resmikan KRI Bung Hatta-370

Jika dipastikan tidak ada lagi kebocoran, lanjut dia, Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera akan ditarik ke galangan untuk pemeriksaan lanjutan dan perbaikan.(ant)