3 Daerah di Kepri Prioritas Dibangun Sekolah Rakyat, Anggarannya Rp250 Miliar Per Sekolah

7

Kepri, Posmetrobatam.co: Pembangunan Sekolah Rakyat di Natuna, Tanjungpinang, dan Anambas mendapat prioritas Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, dan diharapkanĀ selesai pada Maret 2027.

“Pembangunan ditargetkan dimulai setelah proses pengadaan selesai, dan diharapkan rampung pada Maret 2027,” kata Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Kepri, Riduan, Rabu (24/6).
.
Ia mengatakan, kesiapan lahan menjadi faktor utama sebelum pembangunan dimulai. Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah daerah setempat memastikan proses pembersihan dan pematangan lahan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Menurut Riduan, lahan pembangunan Sekolah Rakyat harus benar-benar siap dibangun, termasuk penimbunan dan pematangan lahan apabila diperlukan.

“Dengan demikian target pemanfaatan pada tahun ajaran baru dapat tercapai,” ujarnya.

BACA JUGA:  Persiapan Nataru, Wakapolresta Barelang: Jalan Rusak di Batam Berpotensi Terjadi Lakalantas

Riduan menyampaikan, pembangunan seluruh sarana dan prasarana Sekolah Rakyat akan dibiayai melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembangunan per Sekolah Rakyat menelan anggaran sekitar Rp250 miliar.

Dia menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat adalah boarding school dengan sekitar 27 massa bangunan yang terdiri atas ruang belajar, asrama siswa, rumah guru dan wali asrama, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Termasuk fasilitas olahraga, tempat ibadah, lapangan sepak bola standar semi internasional, kolam renang hingga lapangan bulu tangkis,” kata Riduan.

Sementara, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menargetkan sebanyak 7 Sekolah Rakyat dapat terbangun, guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

BACA JUGA:  MTQH XXXIII Batam Resmi Dibuka, Amsakar-Li Claudia Ajak Masyarakat Membumikan Nilai-Nilai Qurani

“Enam Sekolah Rakyat akan tersebar di enam kabupaten/kota se-Kepri. Satu diantaranya akan dibangun di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang, dengan luas lahan sekitar sepuluh hektare,” kata Nyanyang.

Sedangkan khusus Kota Batam, kata Wagub, tidak masuk dalam skema pembangunan tersebut, karena memiliki mekanisme yang berbeda.

Ia menyampaikan hingga saat ini survei lokasi pembangunan Sekolah Rakyat telah dilakukan di lima kabupaten/kota setempat. Untuk Kabupaten Kepulauan Anambas akan dilaksanakan pada pekan depan.

Nyanyang berharap tiga lokasi prioritas di Natuna, Anambas dan Tanjungpinang mulai dibangun tahun ini, dengan proses lelang yang ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

“Kami berharap seluruh persyaratan, mulai dari kesesuaian tata ruang, amdal, sertifikasi lahan, konektivitas hingga analisis dampak lalu lintas dapat segera diselesaikan, sehingga proses pembangunan bisa segera dimulai,” ujar Wagub.(ant)

BACA JUGA:  Aktivitas Pematangan Lahan di Tanjung Piayu Meresahkan, Warga Minta DPRD dan BP BatamTegas