Warga Menagih Janji Suplai Air Bersih, Harus Lancar

196

Batam, posmetrobatam.co: Kesal dengan janji-janji, ratusan Warga di kelurahan Kecamatan Batu Ampar, melakukan aksi massa menuntut suplai air bersih.

Massa berorasi di depan Kantor Walikota Batam, Batamcentre, Kamis (22/1). Tuntutan masyarakat menagih janji pemerintah terkait air bersih mengalir lancar untuk mendapatkan hak mereka sebagai warga.

Aksi tersebut disampaikan watga yang tinggal di Kelurahan Tanjunguma, Batu merah, dan Sengkuang yang ada di Kecamatan Batu Ampar.

“Kami dah bosan kena janji-janji terus. Kami menuntut hak kami. Untuk memandikan mayit aja susah, ini fakta yang kami alami. Jadi kami minta minta pemerintah perhatian hal itu,” kata Warga menyampaikan orasi.

Sementara, warga Tanjung sengkuang Oncu menyampaikan persoalan suplai air ini sudah terjadi bertahun-tahun.
Tidak saja persoalan mandi, mencuci, bahkan untuk menyelesaikan proses jenazah saja sulit.

BACA JUGA:  Porkot Batam Digelar di 16 Lokasi, Pemko Gelontorkan Dana Rp 7 Miliar

“Kami minta ketegasan pemerintah. Mana Walikota Batam. Jangan datang saat Pilkada saja. Jangan temui kami saat akan maju di Pilkada saja. Pejabatnya tolong hidupkan air kami,” kata dia.

Ia juga mempertanyakan, air di wilayah air tetap hidup dan lancar sementara di tempat mereka sudah beberapa tahun terakhir bermasalah

“Kami mempertanyakan, kenapa di tempat lain hidup, ditempat kami tidak mengalir. Kami menuntut tanggungjawab pemerintah,” ucapnya kesal.

Air merupakan hak bagi masyarakat. Beberapa kali pemerintah berjanji akan memperbaiki suplai air.

“Memandikan saudara kita yang berpulang saja sulit. Jadi kami minta kepada bapak Amsakar untuk bertanggungjawab dan memenuhi janji kepada kami,” pintanya.

Warga berorasi membawa baskom, galon, ember warga menyuarakan kegelisahan mereka karena suplai air yang tidak ada.

BACA JUGA:  Wakil Walikota Batam Amsakar Ikuti 'Subuh Berjamaah' di Baitud Dakwah

Ia berharap kebutuhan air ini dapat segera di penuhi. Warga yang tidak mendapat suplai air tetap dibebankan untuk tanggungjawab membayar tagihan air setiap bulannya.

“Kami hanya dapat janji manis. Tidak pernah ditepati. Kami sudah berkali kali melakukan mediasi dengan DPRD Batam. Tidak ada solusi. Kami butuh air,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diketik belum ada pejabat berwenang menemui warga. (hbb)