Kondisi Pasar Tani Simpang Tembeling Bintan Milik Pemerintah, Riwayatmu Kini

343
Kondisi Pasar Tani Simpang Tembeling saat difoto pada Kamis (14/8). Foto: Aiq

Bintan, Posmetrobatam.co: Seperti bangunan tak berpenghuni. Beberapa kios yang dibangun di pasar tani simpang Tembeling, terlihat kotor dan beberapa pintunya rusak parah.

Betapa tidak, sejak dibangun 2014, sampai tahun 2025, tak ada yang mau menempati kios-kios di pasar tani itu.

Sementara para petani yang awalnya digadang-gadang bersukacita menempati kios-kios yang tersedia, justru kompak menolak.

Alasan utamanya, karena kios milik pemerintah yang dibangun dengan anggaran kurang lebih Rp6 miliar bareng pasar tani di Kijang dan Gunung Lengkuas itu, sepi dari pengunjung.

Seperti yang diungkapkan Heri, salah seorang pedagang sayur, yang lebih memilih membangun kios liar di sekitaran kios pasar tani. 

Diceritakan Heri, awal mula kios ini dibangun, ia dan beberapa pedagang sayur mayur di Bintan dengan senang hati menempati bangunan kiosnya.

Dirinya senang lantaran tidak bayar uang sewa, alias gratis. Namun, ironisnya, baru sebulan menempati kios, dagangan Heri justru tak laku. Boleh dibilang, nyaris tak ada yang beli dagangannya.

BACA JUGA:  Wagub Nyanyang Dukung Penambahan Kandang Ayam PT Japfa di Bintan, Kebutuhan Daging Sudah Terpenuhi

Heri panik dan waswas. Apalagi tuntutan biaya hidup tinggi. Bayar kebutuhan anak sekolah dan biaya-biaya tagihan lainnya, jelas tak tertangani.

Heri pun memutuskan membangun kios non permanen dari triplek dan juga kayu.

“Pokoknya, waktu itu saya nekat. Bangun kios triplek dari bekas bahan-bahan bangunan yang dibuang orang. Alhamdulillah dagangan saya perlahan laris terjual,” cerita Heri penuh antusias, Kamis (14/8).

“Alhamdulillah sejak pindah jualan, dengan bangun warung semi  permanen, dagangan saya terjual,” ulangnya lagi.

Heri sendiri mengaku heran, padahal, jarak antara kios dan warung buatannya itu tak jauh. Tapi, ketika dia pindah dan tak lagi menempati kios pasar tani, dagangannya laris.

Disebutkan Heri, penyebab utama kenapa kios tak banyak diminati pedagang sayur, karena letaknya tak strategis.

BACA JUGA:  Gerindra Raih Dua Kursi di Batam Kota Lubuk Baja, Ahmad Surya Suara Terbanyak dari Hasil Pleno

“Posisi kiosnya kurang tepat. Kiosnya tak kelihatan dari jalan. Bahkan, banyak orang mengira kalau pasar tani tak ada pedagangnya,” celetuknya. 

Seperti diketahui bersama, saban hari, jalan lintas barat Jalan Raya Tanjunguban, boleh dibilang tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat.

Apalagi, jalan lintas barat juga menjadi pilihan utama warga yang hendak menuju ke arah Tanjunguban, Lagoi.

Tapi, dibalik lalu lalang kendaraan yang melintas di jalan, keberadaan pasar tani tak banyak menarik perhatian para pengendara yang melintas di pasar tani.

Sementara itu, masih di area pasar tani Simpang Tembeling. Ada sebuah pujasera. Keberadaannya tak lagi jadi tempat favorit banyak orang. Padahal, lima tahun silam, pujasera pasar tani ini jadi tempat persinggahan favorit banyak orang. Apalagi menu makanan yang ditawarkan di pujasera ini, cukup menggugah selera makan.

BACA JUGA:  Sahabat Walfentius Siap Menangkan Pasangan Ansar-Nyanyang

Seperti yang pernah diungkapkan Pak De pemilik warung nasi. Dia rela bertahan berjualan bertahun-tahun di pujasera itu, karena sudah ada pelanggannya.

Meskipun tak banyak, tapi selalu saja ada yang singgah makan siang di warungnya.

“Pengunjungnya tak seperti dulu. Kalau dulu, dari pagi sampai sore jam 16.00 WIB masih ramai orang. Sekarang, jam 14.00 WIB sudah nggak ada orang. Terkadang ada satu atau dua orang yang singgah. Kalau sudah jam 14.00 WIB, sepi. Maka dari itu saya sekarang jam 15.00 WIB sudah siap-siap mau tutup warung,” ucapnya.

Ke depan, ia berharap pemerintah Kabupaten Bintan bisa memberikan perhatian lebih buat pengembangan pasar tani.

“Supaya lebih maju dan nggak sepi lagi,” pungkasnya.(aiq)