Dinkes: Warga Batam yang Terduga Super Flu, Ternyata Suspek MERS-Cov

162

Kepri, Posmetrobatam.co: Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) menyampaikan, seorang warga Batam yang sebelumnya dikira suspek Super Flu ternyata suspek MiddleEast Respiratory Syndrome Coronvirus (MERS-Cov). Kini yang bersangkutan dirawat di rumah sakit.

“Hasil pemeriksaan lab spesialis paru di Batam, warga bersangkutan ialah suspek atau terduga MERS-Cov. Bukan suspek Super Flu, seperti yang diberitakan sebelumnya,” kata Kepala Dinkes Kepri Bisri, Minggu (18/1).

Ia menjelaskan, MERS-CoV merupakan virus yang menyebabkan penyakit pernapasan serius yang banyak ditemukan di negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi.

Dia menjelaskan, warga paruhbaya tersebut diduga tertular virus MERS seusai pulang melaksanakan ibadah umroh di Arab Saudi.

“Saat ini, warga dimaksud masih menjalani perawatan di Batam dengan gejala, seperti flu, sesak napas, nyeri, hingga mual-mual,” ujar dia.

BACA JUGA:  Sebelum Digiring ke Ruang Tahanan, Hasan Sempat Bertemu Istri

Selain itu, pihaknya sudah mengambil sampel suspek MERS-Cov di Batam itu untuk selanjutnya akan dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.

Ia mengimbau masyarakat tidak khawatir berlebihan dengan adanya penyakit Super Flu yang belakangan merebak ke sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan catatan Kemenkes, 62 kasus Super Flu per Desember 2025.

Masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan Super Flu dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta mematuhi protokol kesehatan apabila menderita flu, seperti menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga ketahanan tubuh dengan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta beraktivitas fisik secara teratur dan terukur.

BACA JUGA:  Warga Batam Diminta Waspadai DBD di Musim Hujan, Dinkes: Angka Terjangkit Naik

“Super Flu ini sama dengan sakit flu biasa. Cuma gejalanya sedikit lebih berat. Orang-orang dengan daya tahan tubuh kuat tak akan terjangkit flu,” ujarnya.

Bagi warga yang mengalami gejala flu berat ditambah demam tak turun dalam tiga hari dan disertai sesak nafas, diharapkan segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan secara klinis.

Bisri mengklaim sampai sejauh ini belum ditemukan kasus Super Flu di kabupaten/kota se-Kepri.

Pihaknya aktif melakukan pemantauan kemungkinan kasus Super Flu di provinsi tersebut.(ant)