Kapolda Kepri Minta Masyarakat Waspada Serangan Terorisme di Natal dan Tahun Baru 2025/2026

191

Batam, Posmetrobatam.co: Semua pihak termasuk jajaran kepolisian di Kepri diminta untuk mewaspadai potensi teror yang terjadi pada saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Antisipasi terorisme ini sudah kami bahas dalam rapat koordinasi lintas sektor, sudah diberikan peringatan oleh Pak Kabinda, kita semua harus waspada. Walaupun sampai saat ini belum ada terdeteksi serangan teror, namun kita tetap waspada semuanya,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin, Jumat (19/12).

Jenderal polisi bintang dua itu meminta masyarakat untuk mewaspadai di lingkungannya dengan memperhatikan tetangga dan sekelilingnya bila ada aktivitas yang mencurigakan.

“Termasuk kepada warga jangan sampai tetangganya, sekelilingnya ada niat-niat yang mengganggu pelaksanaan ibadah. Termasuk tidak ada toleransi terhadap kelompok yang intoleran,” katanya.

BACA JUGA:  Kapolda Kepri: 34 Buaya yang Lepas dari Pulau Bulan Dievakuasi

“Ini perayaan Natal bagi saudara-saudara yang merayakan, jadi harus membagikan rasa aman, dan nyaman,” sambungnya.

Dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polda Kepri telah menggelar Operasi Lilin Seligi 2025 mulai dari tanggal 20 Desember 2025 sampai 2 Desember 2026 yang melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Terpisah, Kepala Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kepri, Brigjen TNI Bonar Panjaitan juga mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap sekecil apapun potensi tindak pidana terorisme di wilayahnya.

“Kita harus waspada, jangan pernah lengah satu jengkal pun. Karena di Batam ini pernah punya catatan tidak baik di Batam ini terkait peledakan gereja. Oleh karena itu kita antisipasi, bersama-sama jajaran intel yang lain, lakukan monitoring,” kata Bonar.

BACA JUGA:  Target PAD 2025 Sektor Parkir di Batam Rp 18 Miliar, Baru dapat Rp 5,9 Miliar

Bonar mengatakan saat ini jajaran intel sudah bergerak ke kelompok-kelompok yang terindikasi.

Antisipasi terus dilakukan untuk menjaga Kepri tetap aman, mengingat wilayah tersebut juga menjadi destinasi wisata ketiga terbayang dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ini yang kita jaga. Supaya daerah ini jangan sampai hal-hal seperti itu (teror) mengganggu ibadah Natal, kegiatan masyarakat liburan, maupun wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Pada tahun 2000 di Kota Batam pernah ditemukan bingkisan hitam diduga bom di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Sungai Panas.(ant)