Batam, Posmetrobatam.co: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri menggelar sosialisasi pengawasan partisipasif dengan tema ‘Catatan 1 Tahun Pasca Pilkada: Dari Pembelajaran Menuju Perbaikan’, Kamis (27/11).
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kepri, Dr Maryamah MPdi, mengatakan, dalam kegiatan ini Bawaslu Kepri mengajak komunitas pengawas pemilu, kalangan masyarakat dan stakeholder untuk merefleksi selama 1 tahun pasca pemilu serentak 2024.
“Bawaslu mengajak sama-sama merefleksi, melihat, menilik kembali satu tahun pasca pilkada ini, apa yang mungkin perlu diperbaiki. Dan catatan bagaimana ke depan menyiapkan pilkada dan pemilu serentak pada tahun berikutnya,” ucapnya.
Ia menyampaikan, memang terkesan penyelenggaraan pemilu masih lama yakni digelar 2029, namun bukan berarti tidak ada agenda, kegiatan, program yang dilakukan Bawaslu yang perlu diketahui masyarakat umum.
“Contoh seperti hari ini pendidikan pengawasan partisipatif, ini juga merupakan pengembangan dari pengawasan partisipatif,” paparnya.
Lanjutnya, beberapa hari lalu saat pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI, bahwa anggota DPR RI Komisi II sangat mengapresiasi berbagai kegiatan pengawasan partisipatif ini.
“Sebenarnya kegiatan ini bukan satu kali dilaksanakan, tapi sudah sekian kali, sejak tahun 2020 sampai sekarang,” paparnya.
Ia berharap kegiatan ini terus dikembangkan. Lanjutnya, pengawasan partisipatif ini bagian daripada upaya bawaslu dalam merawat sistem demokrasi.
“Karena untuk mendapat hasil (pemilu) yang kita inginkan demi keadilan yang jujur dan bersih itu tidak bisa bersifat spontanitas,” ungkapnya.
Maka dari itu, pihaknya sampai saat ini menggalakkan edukasi atau pendidikan politik kepada masyarakat. Menyentuh ke berbagai kalangan masyarakat yakni; Pemilih pemula, mahasiswa, ormas, OKP, LSM.
“Supaya dengan hadirnya komunitas- komunitas ini dapat membangun kesadaran kolektif. Terutama terkait hal-hal yang positif yang disambungkan kepada masyarakat yang belum tersentuh oleh Bawaslu,” tambahnya.
Karena pihaknya menyadari, bahwa Bawaslu tidak bisa sendiri. Itu harus bersama rakyat. Rakyat mana yang dimaksud adalah masyarakat yang digandeng. Komunitas-komunitas yang sudah mendapat pendidikan politik tentang kepemiluan untuk menyambung informasi tersebut kepada masyarakat.
“Salah satunya kita juga libatkan media. Jadi media ini mitra strategis bawaslu yang tidak terpisahkan. Saya ingat pesan pimpinan kami di Bawaslu RI menyampaikan, segala aktifitas apapun yang berhubungan dengan Bawaslu jika tidak dipublikasikan maka, akan menjadi kebaikan internal,” tuturnya.
Dalam kegiatan ini dihadiri narasumber Dr Bismar Arianto S.sos, Msi dan Syafrida R Rasahan SH, MH dan Dr Maryamah MPdi, serta dihadiri Febriadinata anggota Bawaslu Kepri. Sedangkan ketua Bawaslu Kepri dan anggota lainnya tidak hadir karena di hari yang sama ada kegiatan. Juga hadir Bawaslu kabupaten dan kota. Sejumlah OKP, Komunitas Pengawas Partisipatif Kota Batam, mahasiswa dari universitas berbagai universitas di Batam dan Kepri, ormas, penyandang disabilitas hingga media.(waw)









