Misteri Kampung Sidorejo Desa Sri Bintan (Bagian II)

291

Siluman Ular Penunggu Emas di Gunung Demit

BERADA di bawah Gunung Demit. Kampung Sidorejo menyimpan cerita misteri yang tak banyak diketahui khalayak umum.

Karso Katimin, sesepuh Desa Sri Bintan,  menceritakan, sekitar tahun 1940, banyak warga etnis Tionghoa yang mendiami Kampung Sidorejo, Desa Sri Bintan.

Sekitar tahun 1970-an, ketika Karso Katimin baru datang dari Jawa, penduduk Kampung Sidorejo banyak yang pindah ke daerah lain.

“Tahun 1970-an, kampung Sidorejo banyak didatangi para Kyai dari negara Malaysia,” ucap Katimin.

Tujuan mereka, tak lain berburu harta karun emas yang tersembunyi di Gunung Demit.

Konon, ceritanya harta karun itu peninggalan raja-raja Romawi, yang kalah perang. Sepeninggal mereka, hartanya dikubur di Gunung Demit.

BACA JUGA:  Napak Tilas Sejarah Kesultanan Lingga Mengunjungi Objek Wisata Pemandian Lubuk Papan

“Sudah ada belasan Kyai dari Malaysia, penasaran mencari dimana titik atau lokasi tempat keberadaan harta karun itu. Padahal, mereka punya petanya. Tapi, untuk menuju ke lokasi yang ada di peta itu, tentunya mereka butuh bantuan penduduk setempat, sebagai penunjuk jalan,” sebut Katimin.

“Awalnya mereka (para Kyai dari Malaysia) bertanya pada saya. Apakah benar di Gunung Demit itu ada harta karun emas. Saya bilang, memang benar informasi itu. Mereka saya beri petunjuk. Untuk menuju ke lokasi harus masuk ke gua. Lalu, melewati penjagaan siluman ular naga berkepala manusia. Lidahnya mengeluarkan api. Diyakini penduduk setempat, naga itu sudah bertapa ratusan tahun di lokasi Gunung Demit. Para Kyai dari Malaysia itu pun berkali-kali minta kepada saya, supaya saya bersedia jadi  penunjuk jalan atau mendampingi mereka untuk menuju ke lokasi harta karun. Tapi, saya menolak permintaan mereka,” jelasnya.

BACA JUGA:  Celana Dalam merah Ditemukan tak Jauh dari Tengkorak

Jujur, kata Katimin, andai dirinya menginginkan harta karun itu, pasti sudah didatanginya.

Katimin sendiri mengaku takut untuk berburu harta karun yang ada di Gunung Demit itu.

“Siluman ular berkepala manusia itu, mengerikan. Lidahnya mengeluarkan api. Jadi, saat ada orang yang coba-coba berani mendekat ke lokasi harta karun, lidah ular naga berkepala manusia itu, pasti mengeluarkan semburan api. Jadi, siapa pun yang mendekat, pasti hangus terpanggang!” cerita Katimin yang bikin bulu kuduk bergidik.

Satu lagi, orang yang akan berburu harta karun di gunung demit harus tahu. Gua yang harus mereka lewati itu, sebenarnya adalah mulut siluman ular berkepala manusia yang mengeluarkan api.

BACA JUGA:  Dapur SPPG di Kepri Kini Terus Dipantau, MBG Berulat dan Basi Dianggap Kesalahan Kecil

“Saya tahu keberadaan ular naga berkepala manusia dengan lidah api itu, setelah saya berkomunikasi dengan penunggu Gunung Demit, dengan media kemenyan,” paparnya.

“Maka dari itu, berapa pun imbalan yang akan diberikan kepada saya, untuk mendampingi para pemburu harta karun di Gunung Demit, saya selalu menolak. Sebab, saya tahu risikonya, bisa mati terpanggang kalau nekat mendatangi lokasi harta karun itu,” pungkasnya.(Baiq/ Bersambung)