Solusi SPMB Ajaran 2025/2026 Jenjang SD

232

Batam, PosmetroBatam.co: Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan berbagai skema solusi untuk menampung siswa yang tidak tertampung masuk sekolah negeri.

Solusinya jika biasanya sekolah negeri di Batam selalu kelebihan pendaftar, tahun ini justru masih ada sejumlah sekolah negeri yang memiliki sisa kuota.

Kepala Disdik Kota Batam Tri Wahyu Rubianto menyampaikan, bahwa Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2025/2026 telah selesai dilaksanakan.

“Saat ini, SPMB SD sudah selesai, tapi belum tuntas. Artinya masih ada masyarakat yang belum sempat mendaftar. Tahun ini dari kuota yang ada, kita justru masih memiliki sisa. Karena itu saya sedang mempersiapkan audiensi dengan Kementerian untuk membahas bagaimana memanfaatkan sisa kuota ini,” ujar Tri, Senin (30/6).

BACA JUGA:  Ratusan Peserta Antusias Ikuti Fun Run Bersama Smartfren di Batam

Jelasnya, proses SPMB di Batam dilaksanakan secara daring, maka segala bentuk penyesuaian memerlukan izin dari Kementerian Pendidikan. Rapat bersama tim dari Kementerian rencananya akan digelar setelah pengumuman kelulusan SPMB jenjang SMP.

“Pengumuman SPMB SMP dilakukan antara tanggal 2 atau 3 Juli, tergantung hasil pleno kami pada tanggal 1 Juli. Setelah itu, kami akan rapat dengan Kementerian untuk membahas mekanisme pengisian sisa kuota SD yang masih tersedia,” katanya.

Tri menegaskan bahwa sisa kuota ini hanya akan dimanfaatkan di sekolah yang belum penuh. Bagi sekolah yang sudah memenuhi kuota maksimal, tidak akan ada penambahan rombongan belajar (rombel). Ia memaparkan bahwa kapasitas maksimal satu rombel SD di Batam adalah 40 siswa.

BACA JUGA:  Ribuan Insan Pendidikan Ikuti Jalan Sehat Provinsi Kepri di Batam

Namun, dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, ada rombel yang hanya terisi 36, 38, atau 39 siswa. Untuk SMP, kapasitas maksimal satu rombel adalah 45 siswa, meskipun ada yang hanya terisi 42 atau 43 siswa.

Pihaknya juga telah menginventarisasi masyarakat yang belum berhasil mendaftar akibat kendala teknis, terutama dalam proses unggah data. Menurut Tri, beberapa orang tua siswa tidak berhasil menyelesaikan proses unggah dokumen sehingga anak mereka tidak masuk ke sistem.

“Masalahnya ada di orang tua sendiri, sehingga saya perintahkan kepala bidang SD dan SMP untuk mendata berapa jumlah masyarakat yang belum terdaftar. Ini akan kami bawa dalam rapat dengan Kementerian,” jelasnya.

BACA JUGA:  Meski Disumpahi Ketabrak Mobil dan Buta, Pembuang Sampah Semakin Banyak di Jalan Trans Barelang

Sebagai solusi, Pemko Batam akan menawarkan alternatif sekolah negeri yang masih memiliki kuota, meski lokasinya agak jauh dari tempat tinggal pendaftar.

“Misapnya, kalau rumahnya di Taman Raya dan SD 6 atau SD 9 sudah penuh, maka bisa diarahkan ke SD 12 Nongsa di depan RS Bhayangkara. Tapi ini sifatnya tidak memaksa. Kami tidak akan membuka rombel baru di sekolah yang sudah penuh,” pungkasnya. (hbb)