Januari-Mei 2025, Ekspor Kelapa Bulat dan Turunannya dari Kepri ke Singapura dan Malaysia Meningkat

398

Kepri, Posmetrobatam.co: Ekspor kelapa bulat dan turunannya dari Kepri meningkat 28 persen pada periode Januari hingga Mei 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Karantina Indonesia (Barantin), Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri) Nyanyang Haris Pratamura, Senin (30/6), mengatakan, ekspor kelapa bulat dan turunannya yang terdiri dari air kelapa, bungkil, kelapa parut dan santan kelapa sejak Januari hingga Mei 2025 mencapai Rp18,8 miliar.

“Sedangkan pada 2024, ekspor kelapa bulat dan turunannya dari Kepri mencapai Rp13,6 miliar,” ujar dia.

Kepri dengan wilayah darat hanya sebesar empat persen dari total luas wilayah ternyata memiliki keunggulan strategis, karena letaknya yang sangat dekat dengan pasar internasional seperti Singapura dan Malaysia.

BACA JUGA:  BMKG: Waspada, Kepri Terdampak Siklon Tropis Senyar dan Koto

Hal itu, menurut Nyanyang, menjadikan provinsi tersebut sebagai wilayah yang sangat potensial dalam rantai perdagangan global.

Ia mengatakan berharap peningkatan ekspor daging buah kelapa dari Kepri terus meningkat hingga dapat membuka peluang bagi wilayah perkebunan yang ada di provinsi itu.

“Dengan begitu diharapkan kesejahteraan petani meningkat sekaligus membuka peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Nyanyang.

Sementara itu, Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean mengatakan, kecenderungan ekspor dapat terus meningkat hingga di akhir tahun 2025 nanti.

Adapun negara tujuan utama ekspor kelapa dari Kepri adalah Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Jerman, China, Taiwan, Hongkong dan beberapa negara lainnya.

Ia mengatakan untuk mendorong optimalisasi potensi komoditas unggulan Kepri, diperlukan adanya harmonisasi dan sinergi secara berkelanjutan baik dengan instansi tingkat daerah maupun pusat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA:  Pemko Batam akan Kembangkan Wisata di Tanjung Riau pada 2025, Berdayakan Pokdarwis

“Harmonisasi dan sinergi ini supaya produk dari Kepri dapat diterima oleh negara tujuan,” katanya.

Sahat mengatakan, daging buah kelapa kaya akan nutrisi dan memiliki manfaat bagi kesehatan seperti memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu pencernaan. Bagian tersebut dapat dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai makanan dan minuman, selain juga digunakan untuk produk-produk perawatan kulit.(ant)