Prestasi Atlet di Provinsi Kepri tampak makin menunjukkan levelnya di kancah olahraga Nasional. Beberapa prestasi memang telat terus mengalami peningkatan untuk beberapa Cabang Olaraga di Kepri. Salah satu outheast Asian (SEA) Games 2025 di Thailand, ada lima atlet Kepri yang mewakili Indonesia untuk berlaga.
Di level nasional, di PON XXI Aceh -Sumut, Kepri naik ke posisi 25 dengan raihan 5 emas, 6 perak dan 8 perunggu. Prestasi ini lebih baik dari PON XX di Papua 2021 di mana Kepri berada di peringkat ke-27 dengan raihan 2 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Begitu juga di Porwil ke-5 Pekan Baru,Riau, tahun 2023 silam, naik keurutan ke-6, dengan perolehan 9 emas, sedangkan sebelumnya Kepri hanya berada di urutan terakhir.
Nah, kini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat mengawali persiapan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kepri VI 2026 yang akan digelar awal November nanti.
Berbagai persiapan telah dilakukan. Baik melalui berbagai rapat. Tentu yang menajdi Agenda utama adalah menetapkan cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan membentuk Panitia Besar (PB) PORPROV. Disepakati ada 35 cabang olahraga, merujuk pada penyelenggaraan sebelumnya.
Penentuan cabang olahraga dan pembentukan Panitia Besar merupakan langkah awal yang sangat menentukan. Dengan koordinasi yang baik sejak awal, seluruh tahapan pelaksanaan diharapkan dapat berjalan terencana, efektif, dan sesuai dengan regulasi.
Walau jumlah awal 35 cabang, tuan rumah diberikan ruang untuk mengusulkan penambahan cabang olahraga unggulan, asalkan memenuhi persyaratan dan kesiapan pengurus cabang olahraga terkait di tingkat provinsi.
Selain aspek olahraga, PORPROV ini juga diharapkan untuk memberi dampak ekonomi dan sosial melalui pelibatan UMKM, kegiatan seni budaya, serta optimalisasi sektor pariwisata dan perhotelan.
Selasa (28/4) siang, Tim Posmetro berkesempatan berdiskusi dengan Ketua KONI Kepri Usep RS dan Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemudan Dan Olahraga Provinsi Kepri, Harianto ST., M.Si. Diskusi yang dikemas dalam program Metro Forum ini seperti biasa dipandu oleh Direktur Posmetro Batam, Haryanto. Berikut sebagian petikan diskusinya (tonton juga tayangnnya di youtube dan media sosial Posmetro Batam yang lainnya):

Seperti apa persiapan Dispora Kepri dalam pelaksanakan PORPROV VI Kepri?
(Dispora Kepri): Bahwa Pemerintah Provinsi Kepri, terkait dengan persiapan PORPROV VI 2026, melalui Bapak Gubernur Ansar Ahmad dan Bapak Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, pada perinsipnya sangat mendukung sekali penyelenggaran PORPROV, yang merupakan ajang empat tahunan. Dengan beberapa dukungan termasuk juga yang paling utama dukungan penyelengaraan kegiatan atau pendanaan.
Memang sudah dipersiapkan dari jauh jauh hari di tahun 2025, sudah dipersiapkan. Namun tentu dengan berbagai keterbatasan di pemerintahan provinsi tekait maslah fiskal daerah. Tentu masalah ini sepertinya kita tahu, bukan cuma di provinsi kita saja, di daerah lain, juga di pusat. Jadi dengan semaksimal mungkin, dengan keterbatasan kita beri dukungan penuh.
Kita juga sudah prioritaskan, tentu akan dijelaskan lebih detail nanti oleh Pak Usep selaku Ketua KONI Provinsi Kepri yang menjadi penyelenggara PORPROV VI 2026 ini.
Jadi dari awal kita sampaikan, mitra kita dalam rangka pembinaan, tentu mitra olahraga adalah salah satunya KONI, jadi penyelnggaranya KONI, bersinergi, koordinasi dengan Pemerintah Kepri melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
Dan Alhamdulillah dari sejak 2025 sudah dipersiapkan terkait penetapan tuan rumah. Sudah disepakati Kota Tanjungpinang bersedia untuk PORPROV VI nanti.
Kemudian juga sudah ditentukan koordinasi dengan KONI dan berbagai rapat persiapan di awal 2026, bahwa semua sudah ditetapkan juga kemarin, cabor cabornya. sekitar 35 cabor yang akan dipertandingkan. Begitu juga dengan kesiapan venue. Sudah dilakukan survei dengan Dispora Tanjungpinang, sudah menginvetarisir tempat perlaksanaan nanti.
Mungkin venue tidak ada pembangunan, tapi memanfaatkan yang sudah ada, memberikan meliharaan dan perapiaan. Insyalah persiapan sudah massif, dan juga sudah ditetapkan logo dan maskot minggu lalu.
Insyallah perhelatan ini, persiapannya sudah matang, dan juga sudah disusun penetapan tim bersama antara KONI dan Dispora untuk proses pembahasan Panitian Besar.
Ada 35 cabor, seperti apa persiapan dari cabor cabor ini, dan juga untuk persiapan PON dan even lainnya?
KONI: Koni sebagai induk organisasi olahraga yang menaungi, saat ini di Kepri ini menaungi ada 62 cabor yang sesuai dengan KONI pusat. Alamdulillah yang sudah disampaikan oleh Pak Kabid, bahwa ivent empat tahunan yang akan dilaksanakan oleh KONI provinsi, digelar di Tanjungpinang tanggal 1 sampai 8 November.
Untuk menentukan cabor apa yang akan dipertandingkan sudah ada aturannya. Memang disesuaikan dengan olahraga prestasi baik Prapon, PON, Seagames dan olimpiade dan lali-lain. Jadi tidak semuanya dipertandingkan, kami melihat dari prestasi prestasi dari pengprov- pengprov (pengurus cabang olahraga yang ada di provinsi kepri).
Kenapa 35 cabor? Kami sudah memanggil cabor ini, dengan keterbatasan anggaran dan efisiensi yang dilakukan pemerintah, kami juga sangat berterimakasi kepada Pak Kadispora Bapak Darson, Pak Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Pak Wagub Nyanyang, dan Ketua DPRD Kepri Bapak Iman Sutiawan, tentu hal ini menyangkut marwah karena ini menyangkut iven yang juga akan dilakukan selanjutnya seperti prapon, porwil dan PON.
Proses memilih 35 cabor ini memang kita maping semua cabor, kesanggupan dari pelaksanaan pertandingan,.
Bahwa semua cabor kita sudah meninjau venue. Jadi persiapan sudah maksimal, baik itu dari perangkat pertandingan. Kita tinggal menentukan kesiapan dari tujuh kabupaten/kota, sudah siap berlaga. Mereka juga sudah pemanggilan atlet dan TC. Untuk Kesiapan kesiapan itu kami dari KONI dan Dispora selalu koordinasi, untuk mengsinkronkan. Karena kita melihat anggaran yang ada tidak memadai untuk multi event ini. Tapi dengan niat memajukan olahraga harus dilaksanakan.
Karena harus menyeleksi atlet atlet untuk prapon dan porwil nanti. Kesiapan sudah dilakukan, cabor sudah ditentukan, tinggal inter by name, inter by number, proses sudah berjalan, tim keabsahan sudah berjalan. Ini semua mengacu pada sistem olahraga nasional. Jadi moto kami suskses pelaksanaan, sukses prestasi dan sukses administrasi. TIga pokok ini jadi acuan kami.
Kita sebagai induk organsisasi alhamdulillah, untuk keputusan 35 cabor ini sudah disepakati dengan tuan rumah. Kewajiban tuan rumah itu, menyiapkan venuenya, ktia akan survei.
Yang kedua kesiapaan organisasinya. Apakah sudah melaksanakan kejurda, dan semuanya sudah lengkap, sudah bisa mengajukan ikut serta di proprov.
Melihat penjelasan ini semua, kami ingin selalu ada transpransi. Berapa total anggaran?
KONI: Kami mengajukan jauh jauh hari, awal 2025, untuk multievent empa tahunan ini. Memang butuh sekitar 9 atau 12 miliar. Tapi kalau dianggaran, sekitar 5,2 miliar. Tapi untuk Porprov itu sekitar 3,5 miliar. Kami harus membina atlet dengan dana 5,2 miliar, untuk atlet-atlet yang kemarin berprestasi di PON. Tapi kami tetap bertekad untuk melaksanakan ini sebaik mungkin.
Tapi ada tidak dukungan dari sponsor swasta?
KONI: Kemarin juga sudah disampaikan kepada Pak Gubernur, melalui CSR misalnya. Tapi semua proses pelaksanaan tetap terus berjalan dengan anggaran yang sudah ada itu.
Tapi Saya juga berterimakasi atas dukungan dari pengprov pengprov, cabor-cabor atas dukungannya. Saya salut luar biasa. Memang inilah pahlawan olahraga.
Ada beberapa cabor contoh, seperti sepakbola, itu dilaksanakan sebelum porpov dimulai sudah arus berlangsung. INilah kesanggupan dari para cabor luar biasa.
Kalau masalah asrama atlet?
KONI: Ini kita hanya pengyelenggaraan, jadi semua atlet yang membiayaai dari Kapupaten/kota. Dan kita sudah lima kali memnggelar Porpov. Dan Tanjungpinang, sudah tiga kali jadi ruan rumah. Artinya kita sudah siap. Insayallah yang akan hadir nanti ada sekitar 7 sampai 8 ribu orang atlet dan perangkat pertandingan. Ini akan memberikan dampak ekonomi juga.
Kami juga berterimakasih kepada Pak wali kota Tanjungpinag, Pak Lis. Seharusnya Porprov ini dilaksankan di Lingga, tapi karena LIngga mundur akhirnya disambut oleh Pemko Tanjungpinang yang siap menjadi tuan rumah. Tentu kami akan melaksanakan sebaik mungkin dengan keterbatasan ini. Masalah penginapan, transportasi, konsumsi jadi tanggung jawab dari peserta. Tapi kami sudah berkerja sama dengan asuransi, BPJS ketenagakerjaan. Semua atlet panitia, offiscial, wasit didaftarkan BPJS, bahkan wartawan yang terdapar untuk liputan juga. Ini ditanggung oleh KONI.
Venue dari pemerintah, apakah sudah sesuai standar?
DISPORA: Kalau venue memang sudah koordinasi dengan tuan rumah terutama Dispora Tanjungpinang, dan juga dengan KONI sebagi penyelenggara. Venue itu sudah ada yang perlu dirapikan, tapi pada perinsipnya tentu keamanan dan sesuai standar itu harus diprioritaskan. Memang ada salah satunya kolam renang, di Kepri belum ada. Tapi tetap dilaksanakan, disepakati dengan venue yang ada tetap dilsakanakan, tetap kita jaga kualitas. COntoh standarnya litasan sepanjang 50 meter panjangnya, jadi kalau yang ada yang dijadikan dua putaran. Kalau yang kita punya cuma 25 meter. Tapi ini tidak akan mengurangi kulitas. INi salah satu contoh. Tapi yang lain sudah memenuhi syarat semua.
Dan ada venue yang indoor, di aula Sribeni di kantor Dompak. Jadi untuk indoor sudah nyaman dan aman. Pada perinsipnya sudah disiapan dan kita akan turun kembali memantau kembali.
KONI: Persiapan sudah dilakukan. 35 cabor standarrissinya harus sesuai. Karena ivent ini juga jenjang untuk prapon, pon dan porwil. Tapi insysahlah untuk indoor kita sudah sesuai standar, sudah siap. Seperti basket, voli dan sepakbola sudah ada. Yang masih jadi kendala kolam renang. Standarisasi penting, untuk persiapan jejang berikutnya. Juga Standar untuk prestasi. Pada intinya, akan meninjau apa-apa saja lagi yang mesti dibenahi, verifikasi venue, jadwal dan standarisasi. Ini yang harus jadi perhatian panitia besar.
Bagaimana soal atlet, atlet yang mana yang bisa diikut setakan?
KONI: Ini ada tim keabsahan, yang mengecek. Ini yang harus sesuai dengan domisili, jadi harus benar benar harus atelt yang sesuai dan berasal dari kabupaten kota yang bersangkutan. Tapi ada kebijakan, misalnya yang dipakai di Batam cuma atlet yang berprestasi emas dan perak, perunggu gak dipakai mungkin bisa dipakai kabpten kota lain. Karena, ini juga untuk menjaga atlet yang berpestasi untuk tetap bermain. UNtuk umur 21 tahun ke bawah. Karena untuk pon dan porwil itu dibawah 23 tahun, jadi kita perkirakan untuk ke jenjang itu, mesti diusai ini. Jadi ada pembatasan usia.
Seperti apa pembinaan kelanjutan nanti, setelah ini?
DISPORA: Seperti disampaikan Pak Usep, PORPROV ini agenda empat tahunan menuju, menyelesksi atlet berprestasi untuk persiapan Prapon, porwil tentu nanti ke pon. Dari pemerintah porvinsi pada perinsipnya pembinaan setelah terselenggaranya porprov nanti, sudah menghasilan sudah kita seleksi atelt atlet berprestasi, tentu kita lakukan pembinan terus berjenjang, sampai dengan penuju pra pon, porwil, pon. Tentu pembinaan ini dari pemerintah kepri, bahwa pembinaan ini bekerjasama dengan lembaga terkait yaitu Koni provinsi, melalui dukungan dan pemantauan. Cotohnya yang sudah kita lakukan, atlet yang berprestasi dari Gubernur dan Wagub, seperti tahun sebelumhya diberikan bonus, untuk motivasi. Selain itu pelatihan dan pembinan lain, melalui Koni sebagai mitra.
KONI: Ini masalah prestasi. Dari PON ke PON Kepri selalui menunjukkan prestasi. Kita lihat lima kali ikut PON. Salah satu contoh di PON XX di Papua 2021 di mana Kepri berada di peringkat ke-27 dengan raihan 2 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Dan di PON XXI Aceh -Sumut, Kepri naik ke posisi 25 dengan raihan 5 emas, 6 perak dan 8 perunggu.
Begitu juga di Porwil ke-5 Pekan Baru,Riau, tahun 2023 silam, naik keurutan ke-6, dengan perolehan 9 emas, sedangkan sebelumnya Kepri hanya berada di urutan terakhir.
Belum lagi di outheast Asian (SEA) Games 2025 di Thailand, ada lima atlet Kepri yang mewakili Indonesia untuk berlaga, dan tiga orang mendpaatkan medali.
Artinya ini peritasi luar biasa.
Tentu juga dari pembinaan, sampai sekarang juga yang mendapatkan medali, tiap bulan tetap mendapatkan uang pembinaan. Pelaksanaan Porwil, tahun 2027 nanti dilaksakan di Kepri. Ini dilakukan menuju PON. Ini sangt luar biasa. Di priode ini tentu saya ingin lebih lagi. Nanti hasil porprov atlet yang berprestasi kita serahkan ke pemprov untuk diseleksi. Untuk mengikuti prapon dan jenjang berikutnya.(***)
Tonton Selengkapnya di chanel youtube psometrobatam









