Usai Bawa Ikan ke Singapura, Kapal Penyelundup 70 Ton Daging Beku Diamankan Polda Kepri

27

Kepri, Posmetrobatam.co: Penyelundupan hampir 70 ton daging beku di wilayah perairan Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun digagalkan polisi.

Kasubdit I Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Saputra dikonfirmasi di Mapolda Kepri, Selasa (27/1), membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Kami mengamankan dua kapal berbendera Indonesia di wilayah Moro, kedua kapal membawa muatan daging dan barang lainnya,” kata Paksi.

Dia mengatakan, saat ini masih proses penyelidikan oleh jajarannya. Kapal juga sudah tiba di Batam untuk pencacahan muatan yang dibawanya.

Data sementara, kapal tersebut membawa daging sapi, babi dan daging ayam beku, termasuk muatan lainnya, seperti sepeda dan terdapat balpres juga.

BACA JUGA:  “Lubukbaja Berada”, Inovasi Camat Adisthy Dorong Warga Lebih Peduli Lingkungan dan Waspada

“Dagingnya ada yang berasal dari Brazil,” katanya.

Kapal tersebut, lanjut dia, merupakan kapal kayu ukuran 113 gross tonnage (GT), berlayar dari Singapura, masuk ke Perairan Kepri.

Paksi mengungkap, kapal tersebut rencana hendak menuju Pekanbaru dan Jambi.

“Tujuannya mereka ke Pekanbaru dan Jambi,” ujarnya.

Saat ini pihaknya masih menyelidiki kedua kapal tersebut karena terkait dengan Undang-Undang Karantina dan Undang-Undang Perdagangan.

Modus Pelaku Penyelundupan

“Jadi, modusnya itu, kapal ini berangkat membawa ikan, baliknya bawa barang-barang ini, ada daging, ada sepeda dan ada balpres juga,” ujar Paksi.

Dia menjelaskan  terdapat dua kapal yang diamankan jajarannya. Kapal itu berbendera Indonesia dengan nama KM Sukses Abadi 02 dan KM Sukses Raya.
Kedua kapal tersebut berukuran 113 gross tonnage (GT) membawa barang ilegal tersebut dari Singapura dengan tujuan Pekanbaru dan Jambi.

BACA JUGA:  Merawat Generasi Untuk Masa Depan Kepri, Ansar Beri Motivasi Pelajar SMAN 5 Batam

Kapal ditangkap di perairan Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, pada Jumat (23/1) malam, dan baru tiba di Batam pada Senin (26/1) malam di Pelabuhan Sekupang.

“Jadi, kapal ini berangkat bawa kapal ikan, pulangnya bawa barang begitu dari Singapura. AIS-nya dimatikan begitu memasuki perairan Indonesia,” ujarnya.

AIS adalah autometic identification system (AIS) merupakan perangkat navigasi berbasis radio VHS yang otomatis mengirim dan menerima data posisi, identitas, kecepatan dan haluan kapal.
Diduga awak kapal sengaja mematikan AIS untuk mengelabui petugas agar tidak terlacak.

Tim dari Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri telah mengerahkan dua unit cold storage untuk mengevakuasi daging beku dari kapal ke tempat penyimpanan. Saat ini masih menunggu mobil coldstorage lainnya untuk mengangkut daging beku tersebut.(ant)

BACA JUGA:  Pelatihan dan Sertifikasi Tata Rias Pengantin, Erlita Amsakar Beri Motivasi Peserta