Surau yang Dibangun di Tiban Indah pada 1986, Kini jadi Masjid Jami’ Al-Muhajirin ‘Mewah’

92

Batam, Posmetrobatam.co: Bau gaharu bakar tercium dari dalam Masjid Jami’ Al-Muhajirin di Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Kenyamanan semakin bertambah, kala berada di dalam Masjid yang genap berusia 40 tahun itu. Air Conditioner juga cukup dingin suai dengan interior ‘mewah’ warna keemasan yang menyelimuti ruangan itu.


Masjid yang berlokasi di pinggir jalan raya itu semula adalah surau yang dibangun pada 15 Februari 1986, kini sudah berkembang pesat. Berada dibawah Yayasan Al-Muhajirin yang dikomandoi H Irwansyah, telah berdiri SMA IT dan SMP IT yang telah beberapa kali mencetak lulusan. Sedangkan Ketua DKM Masjid Jami’ Al-Muhajirin, dijabat oleh Tukijan Sarpan.

Wakil DKM Masjid Jami’ Al-Muhajirin, H Puguh Pribadi yang juga Panitia Kegiatan Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 ini saat ditemui wartawan ini, Rabu (25/2) malam, mengatakan, ada sejumlah kegiatan selama bulan puasa ini. Mulai dari berbuka bersama yang merupakan donasi dari warga sekitar seperti minuman hingga nasi kotak, tadarus para hafiz Al-Muhajirin hingga iktikaf yang dimulai pada hari ke 21 Ramadan sampai akhir ramadan.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Antusias Ikuti Senam Sehat Kota Batam 2025

Untuk iktikaf dimulai pukul 02.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB, melakukan solat malam berjamaah yang dipimpin imam yang juga hafiz, lalu sahur bersama 100-200 jamaah.

“Kalau malam 21 (iktikaf) biasanya ada yang nyumbang secara pribadi atau gabungan dua atau tiga orang, untuk biaya sahur bersama, sekitar lima jutaan,” kata H Puguh.

Untuk tiap malam, dilaksanakan tadarus para hafiz, kegiatan para siswa-siswi SD hingga SMP yang mendapat tugas dari guru untuk mendengarkan dan menyimak ceramah dari ustad sebelum pelaksanaan solat sunah tarawih dan witir 11 rakaat. Lalu tugas yang sudah ditulis siswa-siswi di buku kegiatan diserahkan kepada panitia Remaja Hijrah Masjid Jami’ Al-Muhajirin yang merupakan siswa SMA IT Al-Muhajirin.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar dan Tim TPID Kepri Pastikan Stok Tercukupi Hingga 5 Bulan Kedepan

“Nanti remaja masjid yang memvalidasi tugas siswa. Bukan imam,” ucapnya.

Sedangkan untuk infak tiap malam, perolehannya cukup signifikan berada di angka Rp 2,5 juta.

Mengenai interior masjid, H Puguh menjelaskan, semula ada beberapa tiang di dalam masjid, lalu dibongkar.

“Awalnya ada banyak tiang di dalam, lalu ada enam tiang dirombak,” paparnya, menjawab terkait ruangan masjid yang kini cukup luas. Untuk 1 shaf bisa diisi hingga 100 jamaah. Di lantai 1 ada belasan shaf.

Jamaah juga bisa mengisi shaf yang ada di lantai 2. Dengan kapasitas yang memadai itu, ruangan masjid dapat menampung banyak jamaah.

“Kalau misalnya saat solat id hujan, bisa solat di dalam masjid,” pungkasnya.(waw)

BACA JUGA:  Kecelakaan Kerja di Proyek RS Awal Bros Batuaji: Jenazah Langsung Dievakuasi, Polisi Selidiki Penyebabnya