Dorong Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Lewat Ekokardiografi Janin Wagub Kepri Buka Simposium Ilmiah POGI

138

Kepri, Posmetrobatam.co: Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif POGI Kepri yang secara konsisten menghadirkan forum ilmiah berkualitas bagi para tenaga medis. Kegiatan yang menghadirkan ratusan peserta dari berbagai provinsi dan luar negeri ini menjadi momentum penting untuk peningkatan kompetensi dokter kandungan, khususnya dalam deteksi dini Penyakit Jantung Bawaan (PJB) melalui Ekokardiografi Janin.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan, adalah kunci mewujudkan masyarakat Kepri yang sehat dan unggul. Simposium ini jangan berhenti sebagai seremonial, tetapi menjadi pemicu lahirnya layanan kesehatan ibu dan anak yang semakin maju,” ujar Nyanyang saat membuka secara resmi Simposium Ilmiah POGI di Planet Holiday Hotel & Residence Batam, Minggu (23/11).

Simposium yang mengusung tema inovasi teknologi kesehatan ibu dan anak ini dihadiri lebih dari 350 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri turut hadir untuk berbagi ilmu dan perkembangan terbaru dalam deteksi dini PJB melalui Ekokardiografi Janin.

BACA JUGA:  Dapat Amanah Dari Presiden Prabowo, Nyanyang: Kepri Butuh Ansar Ahmad

Acara pembukaan dihadiri berbagai pemangku kepentingan kesehatan, mulai dari Wali Kota Batam yang diwakili Asisten Pemerintahan Yusfa Hendri, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, BKKBN, BPJS Kesehatan, BPOM, hingga para direktur rumah sakit se-Kota Batam. Kolaborasi lintas instansi ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih terpadu.

Simposium tahun ini memadukan sesi ilmiah dan workshop bertahap yang fokus pada USG Jantung Janin (Fetal Echocardiography), sebuah teknologi krusial untuk mendeteksi kelainan seperti Tetralogy of Fallot, Sindrom Hipoplastik Jantung, hingga gangguan irama jantung bahkan sebelum bayi dilahirkan.

Ketua POGI Kepri, dr. Yanuarman, Sp.OG., Subsp.KFm, menegaskan bahwa PJB masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatus. Namun, kemajuan teknologi memungkinkan diagnosis jauh lebih dini sehingga tim medis dapat menyiapkan rencana persalinan serta intervensi cepat dan tepat setelah bayi lahir.

BACA JUGA:  Serap Aspirasi dan Promosi Bandara Kertajati di Kota Batam

“Deteksi dini melalui ekokardiografi janin membuka peluang terapi jauh lebih awal, bahkan intrauterin pada kasus tertentu. Ini sangat menentukan kualitas hidup bayi dengan PJB,” ujar Ketua IDI Kepri tersebut.

Ketua Panitia, dr. Erika, Sp.OG, melaporkan tingginya antusiasme peserta—sekitar 350 orang—yang menunjukkan minat besar para dokter dan tenaga medis untuk memperbarui pengetahuan terkait kardiologi janin dan perkembangan teknologi obstetri.

Narasumber dari dalam dan luar negeri turut memperkaya sesi diskusi ilmiah, di antaranya dr. Dhamaraja Narayan (Malaysia) yang membawakan materi Anatomi Jantung & Thoraks; dr. Adhi Pribadi, Sp.OG., Subsp.KFm (Bandung) dengan paparan mengenai teknik USG dasar dan kelainan mayor; serta dr. Alamsyah Aziz, Sp.OG., Subsp.KFm (Bandung) yang membahas penilaian ritme jantung janin.

Sesi makalah bebas dan poster menjadi ruang berbagi penelitian terbaru, mengukuhkan simposium ini sebagai wahana percepatan inovasi di bidang obstetri dan ginekologi. Rangkaian acara ditutup dengan sesi Hands On yang memungkinkan peserta mempraktikkan langsung teknik ekokardiografi janin bersama para pakar, memastikan transfer ilmu berlangsung efektif dan aplikatif.

BACA JUGA:  Nyanyang Haris Pratamura Disambut Antusias Warga Karimun dalam Kampanye Tiga Hari

Dalam forum yang berlangsung sejak Sabtu (22/11) itu, POGI Kepri menegaskan bahwa simposium ini merupakan implementasi konsep Ilmu Pengetahuan Obstetri Ginekologi Utara (IBOGU), sebuah gerakan percepatan penyebaran teknologi dan pengetahuan terkini ke wilayah-wilayah utara Indonesia.

Ketua POGI Kepri juga menyampaikan capaian strategis bahwa dokter kandungan kini telah hadir di seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Pemerataan ini diharapkan mampu mengurangi jumlah rujukan kasus kompleks serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan ibu dan anak yang ramah, aman, dan berkualitas.

Melalui penyelenggaraan simposium ini, POGI Kepri kembali menegaskan komitmen jangka panjang untuk menghadirkan generasi Kepri yang lebih sehat melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan kompetensi tenaga medis yang berkelanjutan.