Bintan, Posmetrobatam.co: Mobil boks operasional pembawa makan bergizi gratis (MBG), dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Koala Lobam (SKL) Bintan Utara itu, sudah tiba di halaman sekolah SD Islam Terpadu An-Nahl, Senin (22/9) sekitar pukul 11.16 WIB.
Beberapa guru dan siswa di sekolah itu, terlihat sumringah menyambut kedatangan dua operator SPPG Seri Kuala Lobam itu.
Setelah mobil box terparkir rapi, tak lama, keduanya menurunkan beberapa boks kontainer plastik, tepat di depan teras ruangan guru SDIT An-Nahl.
Kontainer boks itu, berisikan omprengan berbahan stainless steel tempat makan bocah-bocah penerinama MBG, siswa SD Islam Terpadu An-Nahl.
Beberapa siswa dari beberapa kelas di sekolah itu, tampak sumringah. Mereka berdiri rapi dan tertib, di teras depan ruang guru, sesuai antrian.
Menurut Sri, Kepala Sekolah SDIT An-Nahl, pembagian Makan Bergizi Gratis di sekolahnya hari ini, Senin (22/9) adalah hari ke-4.
“Alhamdulillah hari ini sepertinya pengiriman Makan Bergizi Gratis, tepat waktu. Sebelumnya sempat terlambat di hari ke-2. Kami tak tahu persis apa penyebab keterlambatan pengirimannya. Kemarin itu, hari kedua, siswa sudah pada dijemput orang tuanya. Guru-guru ada acara juga di luar. Biasa, pengiriman MBG nya datang sekitar jam sebelas lebih. Tapi, di hari kedua datang MBGnya di jam 13.00 wib. Ia berharap ke depannya tidak terlambat lagi,” ujar Sri kepada Posmetrobatam.co, Senin (22/9).
Meski siswa SDIT An-Nahl dapat MBG, para orang tua mereka tetap ada yang membekali anaknya dengan makanan yang dibawa dari rumah.
Masih kata Sri, pihaknya berharap, selain siswa, ke depannya, para guru juga kiranya dianggarkan untuk MBG-nya.
Tak hanya itu, Sri juga mengusulkan agar pihak penyedia MBG, bisa memberikan jatah lebih untuk tim guru yang ada di sekolah, terutama yang bagian mengkoordinir pembagian MBG di sekolah.
“Paling tidak, kita ada dikasih untuk testomoninya. Tujuannya, sebelum dibagikan ke siswa, kita cek dulu, apakah benar-benar aman buat dibagikan ke siswa. Kalau sudah aman, baru siswa di sekolah diperbolehkan untuk menyantap MBGnya. Sayangnya, dari hari pertama, hingga hari keempat menerima MBG, jatah yang untuk testimoni, tidak pernah dipenuhi pihak SPPG dari Seri Kuala Lobam. Kata mereka, tidak ada dianggarkan untuk testimoni. Meski demikian, saya berharap, MBG yang diberikan ke siswa sekolah An-Nahl, tak ada masalah,” ungkap Sri penuh harap.
Di sisi lain, pengakuan mengejutkan diungkapkan oleh salah seorang siswa kelas 3, SDIT An-Nahl. Di hari kedua pembagian MBG, ayam goreng miliknya berbau tak sedap alias bau busuk.
“Ayamnya hari kedua, bau tak enak. Jadi nggak saya makan. Saya kasih ke teman juga, teman saya bilang ayamnya bau nggak enak. Kalau dimakan, rasanya mau muntah,” cerita Boy, siswa kelas tiga itu dengan jujur.
Pengakuan yang sama, juga disampaikan Azri, bocah kelas 3 jenjang SMP, SMP An-Nahl.
Azri menceritakannya sedikit hati-hati, soal ayam bumbu kecap yang diterima temannya, pada hari ke-2, tempo hari.
“Ayam bumbu kecapnya tak digoreng dulu, jadi bau nggak enak aromanya. Kata teman saya. Tapi, saya nggak ambil pusing soal itu, karena ayam yang bagian jatah MBG saya, tidak mengalami masalah,” ceritanya setengah ragu-ragu.
Sementara itu, siswa lainnya yang sempat ditemui Posmetrobatam.co di sekolah An-Nahl, mengaku senang dengan pembagian MBG itu.
Ada yang tak lagi membawa bekal dari rumah, karena sudah ada jatah MBG dari sekolah.(aiq)









